Abstract Background: Adolescents are a vulnerable age group facing various reproductive health issues due to high curiosity, peer influence, and limited access to accurate information. National and regional data reveal high rates of adolescent pregnancy, premarital sexual behavior, and HIV/AIDS cases among adolescents. Lack of reproductive health education contributes to low knowledge and poor attitudes in maintaining reproductive health. Innovative learning media, such as the snakes and ladders game, is believed to improve adolescents’ knowledge and attitudes regarding reproductive health. Objective: To determine the effect of health education using snakes and ladders media on knowledge and attitudes regarding adolescents reproductive health at SMP Negeri 2 Pringsurat. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a two-group pre-post test approach. Purposive sampling was used to select 96 adolescents aged 13–15 years, proportionally divided into an intervention group and a control group. Hypothesis was tested using Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: There was a significant increase in knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.000) in the intervention group. In the control group, knowledge did not change significantly (p = 0.083) and attitudes changed only minimally (p = 0.003). Statistical tests confirmed significant differences between groups for both knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.000), These results showing that reproductive health education using snakes and ladders media is more effective than classical learning. Conclusion: Health education using snakes and ladders media has been proven to have a significant effect in improving knowledge and attitudes about adolescents reproductive health at SMP Negeri 2 Pringsurat. Abstrak Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi akibat rasa ingin tahu yang tinggi, pengaruh teman sebaya, serta minimnya akses informasi akurat. Data menunjukkan tingginya angka kehamilan remaja, perilaku seksual pranikah, serta kasus HIV/AIDS pada usia remaja serta kurangnya pendidikan kesehatan reproduksi menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan dan sikap remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi. Media pembelajaran inovatif seperti permainan ular tangga diyakini mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media ular tangga terhadap pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja di SMPN 2 Pringsurat Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Experimental dengan two-group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling terdiri dari 96 remaja usia 13–15 tahun yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol Uji hipotesis dengan Wilcoxon serta uji Mann-Whitney. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) di kelompok intervensi. Pada kelompok kontrol, pengetahuan tidak mengalami perubahan signifikan (p = 0,083) dan sikap hanya berubah sedikit (p = 0,003). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok baik pada pengetahuan (p = 0,000) maupun sikap (p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi menggunakan media ular tangga lebih efektif dibandingkan pembelajaran klasikal. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dengan media ular tangga terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang Kesehatan reproduksi pada remaja di SMPN 2 Pringsurat.