Effy Mulyasari
Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesiapan Guru Sekolah Dasar Mengintegrasikan Literasi Numerasi pada Mata Pelajaran IPAS dalam Implementasi Kurikulum Masyru'iyah Khomisatul Ikna; Effy Mulyasari; Arisal Sopyan
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 2 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i2.10580

Abstract

Kesiapan guru dalam mengintegrasikan literasi numerasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) merupakan determinan kritis keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru kelas V (Fase C) dalam mengintegrasikan literasi numerasi pada IPAS melalui tiga dimensi: kognitif, pedagogis, dan praktik, berbasis kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental digunakan, dengan satu partisipan guru yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Subang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi pembelajaran terstruktur menggunakan Lembar Observasi Aktivitas Pembelajaran (LOAP), kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil menunjukkan: (1) kesiapan kognitif memadai, ditandai kemampuan membedakan numerasi kontekstual dari aritmetika murni dan memetakan topik IPAS bermuatan numerasi; (2) kesiapan pedagogis berkembang, dibuktikan dengan desain modul ajar yang secara deliberate memuat siklus inkuiri data melalui scaffolded integration; dan (3) praktik integrasi cukup efektif pada fase apersepsi dan pemecahan masalah, namun terkendala keterbatasan pemanfaatan teknologi digital. Profil TPACK guru dikategorikan sebagai parsial, dengan defisit pada komponen Technological Knowledge. Temuan ini mengimplikasikan urgensi pengembangan profesional yang berfokus pada dimensi teknologi dan praktik berbasis coaching.