Tingginya jumlah penerima bantuan sosial di Kecamatan Kasemen dan masih ditemukannya persoalan ketepatan sasaran menjadi dasar penting untuk mengevaluasi implementasi Program Bantuan Langsung Tunai sebagai instrumen perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Data Kota Serang Dalam Angka menunjukkan bahwa Kecamatan Kasemen memiliki jumlah penerima bantuan sosial tertinggi di Kota Serang pada 2022, dengan 5.525 penerima yang direncanakan dan 5.476 penerima yang terealisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Program Bantuan Langsung Tunai di Kecamatan Kasemen dengan menggunakan model IPO-O yang mencakup dimensi input, process, output, dan outcome. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi input, program telah didukung oleh regulasi, anggaran, perangkat pelaksana, pendamping, dan mekanisme distribusi bantuan. Namun, kualitas basis data penerima, kapasitas verifikasi lapangan, dan sarana pendukung pendataan masih perlu diperkuat. Pada dimensi process, koordinasi antara kecamatan, kelurahan, Kementerian Sosial, PT Pos Indonesia, RT/RW, dan pendamping telah berjalan, tetapi sosialisasi, pembaruan data, verifikasi penerima, dan pengawasan belum optimal. Pada dimensi output, bantuan tunai sebesar Rp600.000 telah tersalurkan kepada penerima manfaat, tetapi masih ditemukan indikasi ketidaksesuaian sasaran, termasuk penerima yang dinilai relatif mampu dan warga miskin yang belum terdaftar. Pada dimensi outcome, bantuan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dan dalam beberapa kasus dimanfaatkan sebagai modal usaha kecil, tetapi dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masih terbatas karena bantuan bersifat sementara dan belum sepenuhnya tepat sasaran. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan data penerima secara berkala, penguatan verifikasi berbasis kelurahan, peningkatan transparansi informasi, mekanisme pengaduan masyarakat, dan pengawasan distribusi yang lebih akuntabel. Kata kunci : Evaluasi kebijakan, Bantuan Langsung Tunai, IPO-O, Kemiskinan, Kecamatan Kasemen, Ketepatan Sasaran.