Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara Mahasiswi KKN UIN Antasari Banjarmasin dan Pesantren Terpadu Nurul Musthofa melalui rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang menekankan keterlibatan langsung santri, pengurus pesantren, dan mahasiswa dalam seluruh tahapan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Fokus utama program mencakup pengembangan potensi santri, penguatan karakter, peningkatan kapasitas kelembagaan pesantren, serta pematangan kompetensi sosial mahasiswa. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara informal, dokumentasi kegiatan, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi dan motivasi santri, yang terlihat melalui antusiasme mereka dalam mengikuti berbagai perlombaan edukatif dan kegiatan kreatif. Kegiatan kerja bakti bersama juga berkontribusi pada penguatan nilai kedisiplinan, gotong royong, serta rasa tanggung jawab sosial santri terhadap lingkungan pesantren. Di sisi kelembagaan, keterlibatan mahasiswa membantu pesantren dalam meningkatkan kemampuan manajerial khususnya dalam penyusunan jadwal, tata kelola kegiatan, dan sistem dokumentasi yang lebih rapi. Pengabdian ini juga berdampak positif pada pengembangan soft skills mahasiswa, terutama dalam aspek komunikasi antarbudaya, kepemimpinan, empati, dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika sosial pesantren. Meskipun demikian, beberapa kendala muncul seperti keterbatasan ruang kegiatan dan kesiapan santri terhadap materi literasi digital. Kendala tersebut diatasi melalui penyesuaian jadwal, modifikasi metode penyampaian, dan penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual yang lebih sederhana. Secara keseluruhan, pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dapat menjadi model efektif dalam pengembangan karakter santri, penguatan kapasitas kelembagaan, serta peningkatan kompetensi sosial mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pesantren merupakan ruang strategis untuk implementasi pengabdian masyarakat yang inklusif, adaptif, dan berorientasi keberlanjutan.