Muhammad Hasan Dwi Irmansyah
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi dan Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Secara Bijak di Klinik GP Sehat Samarinda Adela Dea Salsabila; Nur Afralia Rista; Muhammad Hasan Dwi Irmansyah; Jaka Fadraersada
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 2 April - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i2.6343

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penggunaan antibiotik secara bijak sebagai upaya pencegahan resistensi antibiotik. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang indikasi, aturan penggunaan, serta bahaya penghentian antibiotik tanpa arahan medis menjadi dasar perlunya edukasi yang tepat dan mudah dipahami. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Klinik GP Sehat Samarinda melalui penyuluhan tatap muka. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengertian dan contoh antibiotik, regulasi, data kasus terkini, serta dampak penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Pembagian leaflet digunakan sebagai media pendukung edukasi, kemudian peserta diberikan kesempatan mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Pada akhir kegiatan, peserta diminta mengisi post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada saat pre-test, sebagian peserta berada pada kategori “kurang” dan “cukup”, namun setelah penyuluhan tidak ditemukan lagi peserta dengan kategori “kurang”, bahkan 83,33% peserta mencapai kategori “baik” dengan nilai di atas 75. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa kegiatan sosialisasi berjalan efektif dalam memperluas pemahaman peserta mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik di tingkat keluarga dan masyarakat.