Kantor Atase Perhubungan di KBRI Singapura memainkan peran penting dalam mengatasi penipuan sertifikat pelaut, mengatasi perilaku sosial dan lemahnya sistem sertifikasi, mempromosikan peluang kerja bagi pelaut Indonesia, Serta memberikan pelayanan dalam pemrosesan buku pelaut. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan selama melaksanakan penelitian, terdapat beberapa pelayanan yang belum di jalankan secara optimal seperti contohnya proses penerimaan dokumen yang berjalan lambat sehingga terkadang penerimaan dokumen melewati batas waktu yang telah ditentukan, perbedaan template PKL (Perjanjian Kerja Laut) yang menghambat proses input data. Hal tersebut terkadang membuat pelayanan buku pelaut terhambat atau terganggu, maka dari itu sesuai dengan ISO 9001 : 2015 Organisasi harus memantau persepsi para pelanggan sejauh mana kebutuhan dan harapan mereka telah terpenuhi. Penelitian persepsi para pelanggan dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada pelaut yang melakukan pemrosesan buku pelautnya di Kantor Atase Perhubungan Singapura. Dari hasil kuesioner ydilakukan pengolahan data menggunakan metode CSI (Costumer Satisfaction Index) dan IPA (Importantce Performance Analysis) Dari hasil analisa kuisioner dapat diketahui ada 3 (tiga) atribut pelayanan yang berada pada kuadran I (prioritas utama), maka pengelola Kantor Atase Perhubungan Singapura harus meningkatkan dan memperbaiki pelayanan yang berada pada kuadran tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemrosesan buku pelaut dimasa mendatang sehingga pelaut merasa puas dan nyaman selama berada di Kantor Atase Perhubungan Singapura