Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA KANTOR ATASE PERHUBUNGAN DI KBRI SINGAPURA MELALUI ANALISA PERSEPSI PENGGUNA JASA PELAYANAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Andri Yulianto; Eko Nugroho Widjatmoko; Novia Zalfa Larassuci
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Atase Perhubungan di KBRI Singapura memainkan peran penting dalam mengatasi penipuan sertifikat pelaut, mengatasi perilaku sosial dan lemahnya sistem sertifikasi, mempromosikan peluang kerja bagi pelaut Indonesia, Serta memberikan pelayanan dalam pemrosesan buku pelaut. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan selama melaksanakan penelitian, terdapat beberapa pelayanan yang belum di jalankan secara optimal seperti contohnya proses penerimaan dokumen yang berjalan lambat sehingga terkadang penerimaan dokumen melewati batas waktu yang telah ditentukan, perbedaan template PKL (Perjanjian Kerja Laut) yang menghambat proses input data. Hal tersebut terkadang membuat pelayanan buku pelaut terhambat atau terganggu, maka dari itu sesuai dengan ISO 9001 : 2015 Organisasi harus memantau persepsi para pelanggan sejauh mana kebutuhan dan harapan mereka telah terpenuhi. Penelitian persepsi para pelanggan dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada pelaut yang melakukan pemrosesan buku pelautnya di Kantor Atase Perhubungan Singapura. Dari hasil kuesioner ydilakukan pengolahan data menggunakan metode CSI (Costumer Satisfaction Index) dan IPA (Importantce Performance Analysis) Dari hasil analisa kuisioner dapat diketahui ada 3 (tiga) atribut pelayanan yang berada pada kuadran I (prioritas utama), maka pengelola Kantor Atase Perhubungan Singapura harus meningkatkan dan memperbaiki pelayanan yang berada pada kuadran tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemrosesan buku pelaut dimasa mendatang sehingga pelaut merasa puas dan nyaman selama berada di Kantor Atase Perhubungan Singapura
IMPLEMENTASI PERAWATAN APAR (ALAT PEMADAM API RINGAN) GUNA MENANGGULANGI KEBAKARAN DI ATAS KAPAL MV LUMOSO RAYA Erli Pujianto; Andri Yulianto; Elfita Agustini; Candra Rizky Kurniawan
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 8 No. 1 (2026): International Water Transport Journal (IWTJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang di gunakan untuk melakukan pemadam pertama pada saat terjadi situasi kebakaran di atas kapal MV Lumoso Raya. Berdasarkan latar belakang masalah, maka tujuan pembuatan judul yaitu yang pertama untuk mengetahui tingkat kepatuhan awak kapal dalam melakukan perawatan alat pemadam api ringan dan yang kedua Untuk lebih mengenali perawatan alat pemadam api ringan yang sesuai dengan prosedur yang berlaku di atas kapal MV Lumoso Raya. Maka sebagai rumusan masalah pada karya ilmiah terapan ini adalah yang pertama Bagaimana tingkat kepatuhan awak kapal dalam merawat alat pemadam api ringan; dan yang kedua Bagaimana tata cara merawat alat peamdam api ringan sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga metode penelitian yang di ambil dalam untuk penyelesaiian rumusan masalahnya yaitu menggunakan metode penelitian yang mengikuti konsep yang diberikan Miles dan Huberman. Miles dan Huberman mengungkapkan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif yang Dimana pengumpulan data diambil melalui pertanyaan kuisioner yang di berikan peneliti ke obyek yaitu anak buak kapal MV Lumoso Raya. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian mengenai optimalisasi perawatan alat pemadam api ringan di atas kapal MV. Lumoso Raya peneliti mendapatkan bahwa presentase paling rendah yang memahami pentingnya APAR sebesar 46% dan yang tidak memahami pentingnya APAR di atas kapal sebesar 54%. Sedangkan presentase paling tinggi terdapat pada anak buah kapal yang Presentase mengetahui fungsi APAR dan Presentase yang mengetahui prosedur perawatan APAR sesuai SOP perusahaan diatas kapal 81%.