Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami siswa sekolah menengah dan dapat berdampak pada rendahnya prestasi belajar serta kurang optimalnya penyelesaian tugas akademik. Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu siswa mengatasi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan bimbingan kelompok berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam menurunkan prokrastinasi akademik siswa sekolah menengah di Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian berjumlah 120 siswa kelas XI, sedangkan sampel penelitian sebanyak 24 siswa yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik kategori sedang hingga tinggi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sampel kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan skala prokrastinasi akademik dengan model skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan tingkat prokrastinasi akademik pada kelompok eksperimen setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok berbasis CBT dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok berbasis CBT efektif dalam membantu siswa mengubah pola pikir yang tidak adaptif serta meningkatkan kemampuan pengelolaan diri dalam menyelesaikan tugas akademik