Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji dampak literasi digital pada orang tua terhadap sikap peduli pencegahan balita stunting melalui konten pada akun Instagram @kemendugbangga_bkkbnjabar. Provinsi Jawa Barat menjadi fokus dalam penelitian ini karena memiliki jumlah balita stunting tertinggi di Indonesia, meskipun telah menunjukkan penurunan angka prevalensi hingga 15,9%. BKKBN sebagai lembaga yang berperan dalam pemberdayaan keluarga memanfaatkan media sosial sebagai platform komunikasi kesehatan digital yang digunakan untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Penelitian melibatkan 400 partisipan yang ditentukan berdasarkan kriteria tertentu, yaitu orang tua yang menjadi followers akun @kemendugbangga_bkkbnjabbar. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan SPSS 25 melalui uji validas, reliabilitas, uji koefisien korelasi, uji linieritas, pemodelan regresi sederhana dan pengujian asumsi. Elaboration Likelihood Model digunakan dalam penelitian ini untuk memahami bagaimana followers menerima serta mengolah pesan kampanye stunting melalui konten di media sosial Instagram. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa literasi digital memberikan dampak positif dan bermakna terhadap sikap pencegahan stunting (nilai sig. 0.000<0.05). Indikator “cognitive” pada literasi digital menjadi faktor paling berpengaruh karena mencerminkan kemampuan berpikir kritis orang tua dalam menyeleksi sebuah informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel literasi digital secara signifikan mempengaruhi sikap peduli pencegahan balita stunting.