This Author published in this journals
All Journal Avant Garde
Irma Ajeng Agustian
Universitas Ahmad Dahlan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh User-Generated Content dan Influencer Marketing terhadap Brand Awareness Mykonos di TikTok Irma Ajeng Agustian; Muhammad Toyib Amali
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4595

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong perusahaan untuk memanfaatkan berbagai strategi pemasaran digital guna meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Dua strategi yang banyak digunakan adalah User-Generated Content (UGC) dan influencer marketing karena dinilai mampu memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan keterlibatan audiens terhadap merek. Namun, hasil penelitian sebelumnya terkait pengaruh kedua variabel tersebut terhadap brand awareness masih menunjukkan temuan yang beragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh UGC dan marketing influencer terhadap brand awareness pada merek parfum lokal Mykonos di TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatif. Populasi penelitian terdiri dari 686.900 pengikut akun TikTok resmi Mykonos, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketing influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness, sedangkan UGC tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial. Meskipun demikian, secara simultan UGC dan marketing influencer terbukti berpengaruh signifikan terhadap brand awareness. Temuan ini mengindikasikan bahwa marketing influencer memiliki peran yang lebih dominan dalam membangun kesadaran merek karena didukung oleh kredibilitas, daya tarik, dan kemampuan influencer dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung penerapan Elaboration Likelihood Model (ELM), khususnya jalur periferal, yang menjelaskan bahwa karakteristik sumber pesan dapat memengaruhi pembentukan kesadaran merek pada konteks pemasaran digital.