Ian Harum Prasasti
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Kalirejo Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AI-Based Adaptive Learning Platform: a Solution to Personalized Education in High Schools with Limited Infrastructure Ian Harum Prasasti; Donny Muda Priyangan
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2025): Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v21i2.6042

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) educational technology presents new opportunities to improve the quality of learning, including in junior high schools with limited infrastructure. The main challenges for schools with limited infrastructure are limited accessibility to learning resources, a lack of teaching resources capable of providing personalized services, and limited adaptation of learning to individual student needs. Research focuses on the development of an AI-based learning platform capable of delivering a more personalized, efficient, and inclusive learning process. The planned platform aims to adapt content, learning methods, and learning pace to suit student profiles and needs. This study applies the Research and Development (R&D) method by adapting from Plomp which includes preliminary research, prototyping and assessment. Data collection techniques used interviews and observations in junior high schools in Lampung Province involving 28 students and 4 teachers as the main respondents. The results of this study using an AI-based algorithm, this system is designed to provide AI-based material recommendations to identify student weaknesses in teaching materials, synchronization features to update materials and questions when the platform is online, a student progress dashboard, and a collection of questions. Initial data shows the potential for increasing motivation and student engagement despite the limitations of school infrastructure conditions. This research provides added value to the development of inclusive, adaptive, and sustainable educational technology solutions, especially in the context of high schools with limited resources.
Guru sebagai Fasilitator, Siswa sebagai Arsitek: Wujudkan Pendidikan Konstruktif melalui Paradigma, Teori, dan Assesmen yang Autentik Arif Rohman Hakim; Ian Harum Prasasti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i3.7602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai arsitek pengetahuan dalam kerangka pendidikan konstruktivis melalui kajian literatur sistematis. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti alur PRISMA untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan mensintesis temuan terkait paradigma konstruktivisme, transformasi peran guru, dan implementasi asesmen autentik di berbagai konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konstruktivisme secara konsisten menempatkan siswa sebagai pembangun makna melalui aktivitas kolaboratif, penyelidikan, refleksi, dan pemecahan masalah, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan scaffolding, mengarahkan dialog, serta merancang pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual. Asesmen autentik menjadi instrumen evaluasi yang paling konsisten dengan paradigma konstruktivis karena menilai proses sekaligus produk belajar melalui portofolio, proyek, kinerja, studi kasus, dan tugas dunia nyata. Namun demikian, implementasi asesmen autentik menghadapi tantangan signifikan seperti kurangnya pelatihan guru, keterbatasan perangkat penilaian, variasi kualitas instrumen, serta resistensi terhadap pergeseran dari tes tradisional ke asesmen bermakna. Sintesis literatur juga menegaskan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat kompetensi guru dalam desain pembelajaran konstruktivis, integrasi asesmen autentik, dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas ruang pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan konstruktivis sangat ditentukan oleh kualitas peran guru sebagai fasilitator dan kemampuan sekolah menyediakan lingkungan belajar yang mendukung otonomi siswa, pengalaman autentik, dan evaluasi yang holistik. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, serta desain asesmen yang konsisten dengan paradigma pembelajaran abad-21.