Wahyu Mukhlisin
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Lelang Lebak Lebung dan Sungai di SP Padang, Ogan Komering Ilir Achmad Fadil; Alya Rahmah; Muhammad Afiq Azri; Pebri Anti Amelia; Wahyu Mukhlisin
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i3.1688

Abstract

Tradisi Lelang Lebak Lebung dan Sungai (L3S) di Kabupaten Ogan Komering Ilir selama ini lebih banyak dikaji dari perspektif ekonomi dan hukum muamalah, sementara dimensi nilai-nilai keislaman yang hidup dalam praktik masyarakat masih relatif terbatas mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Islam yang terkandung dalam tradisi L3S di Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang), Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memadukan studi kepustakaan dan wawancara semi-terstruktur sebagai triangulasi sumber. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, dokumen sejarah, regulasi terkait, serta wawancara dengan informan yang memahami pelaksanaan tradisi L3S. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi L3S tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengelolaan sumber daya perairan, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut meliputi pencarian keberkahan melalui doa bersama, keadilan ('adalah) dalam pengelolaan sumber daya, musyawarah (as-syura) sebagai mekanisme penyelesaian konflik, gotong royong (ta'awun) dalam pengelolaan kawasan lebak, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang mencerminkan prinsip fiqh al-bi'ah. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi L3S merupakan bentuk integrasi antara budaya lokal, hukum adat, dan ajaran Islam yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter masyarakat, penguatan kohesi sosial, serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Lelang Lebak Lebung dan Sungai di SP Padang, Ogan Komering Ilir Achmad Fadil; Alya Rahmah; Muhammad Afiq Azri; Pebri Anti Amelia; Wahyu Mukhlisin
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i3.1688

Abstract

Tradisi Lelang Lebak Lebung dan Sungai (L3S) di Kabupaten Ogan Komering Ilir selama ini lebih banyak dikaji dari perspektif ekonomi dan hukum muamalah, sementara dimensi nilai-nilai keislaman yang hidup dalam praktik masyarakat masih relatif terbatas mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Islam yang terkandung dalam tradisi L3S di Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang), Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memadukan studi kepustakaan dan wawancara semi-terstruktur sebagai triangulasi sumber. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, dokumen sejarah, regulasi terkait, serta wawancara dengan informan yang memahami pelaksanaan tradisi L3S. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi L3S tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengelolaan sumber daya perairan, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut meliputi pencarian keberkahan melalui doa bersama, keadilan ('adalah) dalam pengelolaan sumber daya, musyawarah (as-syura) sebagai mekanisme penyelesaian konflik, gotong royong (ta'awun) dalam pengelolaan kawasan lebak, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang mencerminkan prinsip fiqh al-bi'ah. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi L3S merupakan bentuk integrasi antara budaya lokal, hukum adat, dan ajaran Islam yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter masyarakat, penguatan kohesi sosial, serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.