Ita Marlita Sari
Departemen Kedokteran Komunitas dan Epidemiologi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKRINING STATUS GIZI DAN IDENTIFIKASI MASALAH GIZI PADA GERIATRI: NUTRITIONAL STATUS SCREENING AND IDENTIFICATION OF NUTRITIONAL PROBLEMS IN GERIATRICS Ita Marlita Sari; Erni Trisnasari; Alvianto Dwiansyah; Elvina Azaria Putri; Alya Nur Amalina; Shakila Nur Khalisa; Hurun’in Fathin; Mutiara Sari Rizky; Najla Syahira; Erinta Fawza Putri; Ezra Ahmad Zarqo; Lita Salsabila; Muhammad Rachman; Dian Luthfiamida; Dina Lutfia Safitri; Novita Armelia Ramadhani; Nuzulia Hikmah Salsabila
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3040

Abstract

Pemenuhan gizi optimal menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia). Pada kelompok lansia, gangguan terkait status gizi tidak hanya berperan dalam daya tahan tubuh, namun juga dalam proses pencegahan komplikasi penyakit. Perubahan status gizi pada lansia dapat dipengaruhi oleh perubahan fisiologis, kondisi kesehatan, serta lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi lansia, mengidentifikasi potensi masalah kesehatan, serta memberikan rekomendasi perbaikan gizi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten dengan melibatkan 22 orang lansia. Penilaian status gizi dilakukan melalui pengukuran antropometri berupa lingkar lengan atas (LiLA), berat badan, estimasi tinggi badan menggunakan tinggi lutut, serta analisis asupan makanan melalui metode food recall. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (59,09%) dan berada pada rentang usia 65–80 tahun (59,09%). Berdasarkan indeks massa tubuh, mayoritas lansia memiliki status gizi normal (59,09%), namun masih ditemukan lansia dengan status underweight sebesar 27,27%. Secara umum, asupan gizi lansia telah mendekati Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, meskipun terdapat defisit energi pada lansia laki-laki dan kelebihan ringan pada lansia perempuan. Berdasarkan hasil skrining, direkomendasikan pelaksanaan pemantauan status gizi secara berkala, penyesuaian menu sesuai kebutuhan individu, serta edukasi gizi bagi penghuni dan pengelola balai untuk mencegah terjadinya malnutrisi.
SKRINING STATUS GIZI DAN IDENTIFIKASI MASALAH GIZI PADA GERIATRI: NUTRITIONAL STATUS SCREENING AND IDENTIFICATION OF NUTRITIONAL PROBLEMS IN GERIATRICS Ita Marlita Sari; Erni Trisnasari; Alvianto Dwiansyah; Elvina Azaria Putri; Alya Nur Amalina; Shakila Nur Khalisa; Hurun’in Fathin; Mutiara Sari Rizky; Najla Syahira; Erinta Fawza Putri; Ezra Ahmad Zarqo; Lita Salsabila; Muhammad Rachman; Dian Luthfiamida; Dina Lutfia Safitri; Novita Armelia Ramadhani; Nuzulia Hikmah Salsabila
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3040

Abstract

Pemenuhan gizi optimal menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia). Pada kelompok lansia, gangguan terkait status gizi tidak hanya berperan dalam daya tahan tubuh, namun juga dalam proses pencegahan komplikasi penyakit. Perubahan status gizi pada lansia dapat dipengaruhi oleh perubahan fisiologis, kondisi kesehatan, serta lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi lansia, mengidentifikasi potensi masalah kesehatan, serta memberikan rekomendasi perbaikan gizi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten dengan melibatkan 22 orang lansia. Penilaian status gizi dilakukan melalui pengukuran antropometri berupa lingkar lengan atas (LiLA), berat badan, estimasi tinggi badan menggunakan tinggi lutut, serta analisis asupan makanan melalui metode food recall. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (59,09%) dan berada pada rentang usia 65–80 tahun (59,09%). Berdasarkan indeks massa tubuh, mayoritas lansia memiliki status gizi normal (59,09%), namun masih ditemukan lansia dengan status underweight sebesar 27,27%. Secara umum, asupan gizi lansia telah mendekati Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, meskipun terdapat defisit energi pada lansia laki-laki dan kelebihan ringan pada lansia perempuan. Berdasarkan hasil skrining, direkomendasikan pelaksanaan pemantauan status gizi secara berkala, penyesuaian menu sesuai kebutuhan individu, serta edukasi gizi bagi penghuni dan pengelola balai untuk mencegah terjadinya malnutrisi.