Agil Triyanti
Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA PENANGANAN AWAL DUGAAN PATAH TULANG ANAK BERBASIS E-MINIBOOK: RADIOLOGY EXAMINATION EDUCATION IN THE INITIAL MANAGEMENT OF SUSPECTED CHILD FRACTURES BASED ON E-MINIBOOK Hernastiti Sedya Utami; Angga Yosainto Bequet; Normaliza Oktaviany; Anadhan Dharma Ebriansyah; Agil Triyanti; Abdurrahman Agung; Dinda Dyah Cahyaningsih; Rizky Bagus Egi Prabowo
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3051

Abstract

Anak dalam perkembangannya memiliki banyak aktivitas salah satunya bermain. Seringkali terjadi cedera tulang akibat jatuh saat bermain, akan tetapi masih banyak orangtua memilih penanganan tradisional pijat tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Hal tersebut berpotensi akan memperburuk cedera apabila terjadi fraktur atau patah tulang pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam penanganan dugaan patah tulang pada anak dengan pemeriksaan medis radiologi (rontgen) sebagai langkah awal. Kegiatan dilaksanakan di salah satu rumah wali santri TK dan Balita Mabadi Qur’anil Aziz Banteran, Sumbang, Banyumas pada tanggal 13 Desember 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang. Metode kegiatan meliputi pengukuran pengetahuan peserta dengan menggunakan kuesioner pre dan post-test, pemaparan materi menggunakan powerpoint dan distribusi e-minibook edukatif berbasi digital serta pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah dan gula darah). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (p < 0,05) dari 52,59 ± 8,13 menjadi 88,52 ± 8,18 melalui kuisioner. Peserta lebih memahami mengenai penanganan awal pada cedera tulang anak serta tindakan medis menjadi bukti diagnosis akurat dibandingkan tradisional pijat yang dapat menimbulkan risiko. Kegiatan ini dinilai efektif dalam memberikan kesadaran orangtua dan masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan radiologi dalam diagnosis khususnya penanganan cedera patah tulang anak.
EDUKASI PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA PENANGANAN AWAL DUGAAN PATAH TULANG ANAK BERBASIS E-MINIBOOK: RADIOLOGY EXAMINATION EDUCATION IN THE INITIAL MANAGEMENT OF SUSPECTED CHILD FRACTURES BASED ON E-MINIBOOK Hernastiti Sedya Utami; Angga Yosainto Bequet; Normaliza Oktaviany; Anadhan Dharma Ebriansyah; Agil Triyanti; Abdurrahman Agung; Dinda Dyah Cahyaningsih; Rizky Bagus Egi Prabowo
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3051

Abstract

Anak dalam perkembangannya memiliki banyak aktivitas salah satunya bermain. Seringkali terjadi cedera tulang akibat jatuh saat bermain, akan tetapi masih banyak orangtua memilih penanganan tradisional pijat tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Hal tersebut berpotensi akan memperburuk cedera apabila terjadi fraktur atau patah tulang pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam penanganan dugaan patah tulang pada anak dengan pemeriksaan medis radiologi (rontgen) sebagai langkah awal. Kegiatan dilaksanakan di salah satu rumah wali santri TK dan Balita Mabadi Qur’anil Aziz Banteran, Sumbang, Banyumas pada tanggal 13 Desember 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang. Metode kegiatan meliputi pengukuran pengetahuan peserta dengan menggunakan kuesioner pre dan post-test, pemaparan materi menggunakan powerpoint dan distribusi e-minibook edukatif berbasi digital serta pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah dan gula darah). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (p < 0,05) dari 52,59 ± 8,13 menjadi 88,52 ± 8,18 melalui kuisioner. Peserta lebih memahami mengenai penanganan awal pada cedera tulang anak serta tindakan medis menjadi bukti diagnosis akurat dibandingkan tradisional pijat yang dapat menimbulkan risiko. Kegiatan ini dinilai efektif dalam memberikan kesadaran orangtua dan masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan radiologi dalam diagnosis khususnya penanganan cedera patah tulang anak.