Muhammad Fahri Ramadhan
Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG STUNTING MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE DAUN SINGKONG: ENHANCING PUBLIC AWARENESS OF STUNTING THROUGH COMMUNITY-BASED TRAINING ON CASSAVA LEAF TEMPEH PRODUCTION Relin Yesika; Mega Elfia; Fauzia Noprima Okta; Muhammad Arezki Ilham; Muhammad Fahri Ramadhan; Septi Permata Sari
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3104

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait stunting dan pentingnya asupan gizi seimbang menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting melalui pelatihan pembuatan tempe daun singkong sebagai salah satu alternatif pangan bergizi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan (koordinasi dengan mitra dan penyusunan instrumen pre-test dan post-test), tahap pelaksanaan (penyampaian materi tentang stunting, pelatihan pembuatan tempe daun singkong, diskusi, serta pengisian pre-test dan post-test), dan tahap evaluasi (analisis tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah pelatihan). Penyuluhan dan pelatihan diberikan kepada 20 ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test, yang mencerminkan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang stunting serta potensi tempe daun singkong sebagai pangan lokal bergizi. Hasil uji analisis SPSS  (Paired Sample T-Test) menunjukan hasil p=0,00 (<0,05) yang berarti adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest sebelum diberikan penyuluhan dengan nilai postest setelah penyuluhan. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah daun singkong menjadi tempe sehingga dapat menambah variasi pangan sekaligus membuka peluang usaha kecil. Dengan demikian, kegiatan ini dapat disimpulkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan materi tambahan tentang kewirausahaan dan pengolahan pangan inovatif agar dampak yang dihasilkan lebih luas dan berkelanjutan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG STUNTING MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE DAUN SINGKONG: ENHANCING PUBLIC AWARENESS OF STUNTING THROUGH COMMUNITY-BASED TRAINING ON CASSAVA LEAF TEMPEH PRODUCTION Relin Yesika; Mega Elfia; Fauzia Noprima Okta; Muhammad Arezki Ilham; Muhammad Fahri Ramadhan; Septi Permata Sari
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3104

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait stunting dan pentingnya asupan gizi seimbang menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting melalui pelatihan pembuatan tempe daun singkong sebagai salah satu alternatif pangan bergizi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan (koordinasi dengan mitra dan penyusunan instrumen pre-test dan post-test), tahap pelaksanaan (penyampaian materi tentang stunting, pelatihan pembuatan tempe daun singkong, diskusi, serta pengisian pre-test dan post-test), dan tahap evaluasi (analisis tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah pelatihan). Penyuluhan dan pelatihan diberikan kepada 20 ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test, yang mencerminkan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang stunting serta potensi tempe daun singkong sebagai pangan lokal bergizi. Hasil uji analisis SPSS  (Paired Sample T-Test) menunjukan hasil p=0,00 (<0,05) yang berarti adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest sebelum diberikan penyuluhan dengan nilai postest setelah penyuluhan. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah daun singkong menjadi tempe sehingga dapat menambah variasi pangan sekaligus membuka peluang usaha kecil. Dengan demikian, kegiatan ini dapat disimpulkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan materi tambahan tentang kewirausahaan dan pengolahan pangan inovatif agar dampak yang dihasilkan lebih luas dan berkelanjutan.