Desi Rofita
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SRIKANDI SEHAT SERVIKS: EDUKASI SKRINING IVA DAN HPV DNA WANITA USIA SUBUR: SRIKANDI CERVICAL HEALTH: EDUCATION AND VIA/HPV DNA SCREENING FOR REPRODUCTIVE AGE WOMEN Linda Meliati; Desi Rofita; I Gusti Ayu Putu Sri Wahyuni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3177

Abstract

Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan reproduksi perempuan yang penting karena kejadian dan kematiannya masih tinggi, sementara sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah melalui edukasi, skrining, dan tindak lanjut yang tepat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta mendorong partisipasi wanita usia subur dalam deteksi dini kanker serviks melalui edukasi menggunakan leaflet, diskusi interaktif, konseling, serta fasilitasi pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan HPV DNA di Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi komunitas dengan evaluasi one group pre-test and post-test. Sebanyak 20 peserta mengisi kuesioner pre-test dan post-test secara lengkap. Hasil menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,65 pada pre-test menjadi 9,15 pada post-test, dengan selisih mean 1,50. Dari 20 ibu yang hadir, 3 orang (15%) secara sukarela bersedia menjalani pemeriksaan IVA dan HPV DNA, dan seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah edukasi berbasis leaflet yang dipadukan dengan diskusi dan konseling, tetapi capaian tindakan skrining langsung masih terbatas. mampu meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi capaian tindakan skrining langsung masih terbatas. Kegiatan lanjutan perlu memperkuat pendampingan, pengingat, konseling privat, dan tindak lanjut melalui Puskesmas agar peningkatan pengetahuan dapat berlanjut menjadi perilaku deteksi dini yang berkelanjutan.
Pengaruh Alat Peraga BIDAR terhadap Pengetahuan dan Keterampilan SADARI pada Remaja Putri Sri Wahyuni; Desi Rofita; St. Halimatusyaadiah; Baiq Iin Rumintang
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 5 No. 1 (2026): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/msjou.v5i1.65

Abstract

Latar Belakang: Bidar (Bra Trampil SADARI) merupakan alat peraga yang dirancang menyerupai payudara manusia untuk melatih pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan: Menganalisis pengaruh penggunaan Bidar terhadap pengetahuan dan keterampilan SADARI pada remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental posttest only control group. Sampel sebanyak 30 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri atas 15 responden kelompok Bidar dan 15 kelompok phantom payudara. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil: Rerata pengetahuan kelompok intervensi lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (89,71 vs 82,51), demikian pula keterampilan (90,00 vs 81,45). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan bermakna pada pengetahuan (p=0,022) dan keterampilan (p=0,016). Kesimpulan: Penggunaan Bidar lebih efektif dibandingkan phantom payudara dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SADARI pada remaja putri, sehingga berpotensi menjadi media edukasi inovatif untuk mendukung deteksi dini kanker payudara. Abstract Background: BIDAR (Bra Trampil SADARI) is an educational teaching aid designed to resemble the human breast for training breast self-examination (BSE) skills. Objective: This study aimed to analyze the effect of using BIDAR on knowledge and BSE skills among adolescent girls. Methods: This quantitative study employed a quasi-experimental design with a posttest-only control group. A total of 30 adolescent girls were selected using purposive sampling, consisting of 15 participants in the BIDAR intervention group and 15 participants in the breast phantom control group. Data were analyzed using the Mann–Whitney test. Results: The mean knowledge score in the intervention group was higher than that in the control group (89.71 vs. 82.51), as was the mean BSE skill score (90.00 vs. 81.45). The Mann–Whitney test showed statistically significant differences in knowledge (p = 0.022) and BSE skills (p = 0.016). Conclusion: The use of BIDAR was more effective than the breast phantom in improving knowledge and BSE skills among adolescent girls, indicating its potential as an innovative educational medium to support the early detection of breast cancer.
Pengaruh Scrapbook terhadap Perilaku Personal Hygiene Menstruasi pada Remaja Putri Nuril Khazinatul Asror; Desi Rofita; St. Halimatusyaadiah; Baiq Iin Rumintang
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 5 No. 1 (2026): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/msjou.v5i1.66

Abstract

Latar Belakang: Perilaku personal hygiene saat menstruasi penting untuk mencegah infeksi pada remaja putri, namun praktiknya masih rendah akibat kurangnya pendidikan kesehatan. Tujuan: Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi menggunakan media scrapbook terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental one-group pretest–posttest pada 46 siswi kelas VII dan VIII. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebagian besar responden berusia 13 tahun (52,2%), mengalami menarche pada usia 12 tahun (80,4%), lama menstruasi 5–7 hari (63,0%), dan memperoleh informasi dari keluarga (37,0%). Rata-rata skor perilaku personal hygiene meningkat dari 44,91 sebelum intervensi menjadi 59,89 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna (p=0,001). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan scrapbook efektif meningkatkan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Abstract Background: Adolescence is characterized by biological changes, including menstruation. Adolescent girls need to maintain good personal hygiene during menstruation to prevent reproductive tract infections. A preliminary study at SMP IT Al-Kamal NW Narmada found that many female students did not change sanitary pads regularly and had inadequate personal hygiene practices due to limited health education. Scrapbook media, as a visual educational tool, is considered attractive and easy to understand, making it a potential medium for improving such behaviors. Objective: To determine the effect of reproductive health education using scrapbook media on menstrual personal hygiene behavior among adolescent girls. Methods: This study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 46 female students from grades VII and VIII. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: Most respondents were 13 years old (52.2%), experienced menarche at the age of 12 years (80.4%), had a menstrual duration of 5–7 days (63.0%), and had previously received information about menstruation and personal hygiene (63.0%), primarily from their families (37.0%). The mean personal hygiene behavior score increased from 44.91 before the intervention to 59.89 after the intervention. The Wilcoxon test showed a statistically significant difference (p = 0.001). Conclusion: Reproductive health education using scrapbook media was effective in improving menstrual personal hygiene behavior among adolescent girls.
SRIKANDI SEHAT SERVIKS: EDUKASI SKRINING IVA DAN HPV DNA WANITA USIA SUBUR: SRIKANDI CERVICAL HEALTH: EDUCATION AND VIA/HPV DNA SCREENING FOR REPRODUCTIVE AGE WOMEN Linda Meliati; Desi Rofita; I Gusti Ayu Putu Sri Wahyuni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3177

Abstract

Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan reproduksi perempuan yang penting karena kejadian dan kematiannya masih tinggi, sementara sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah melalui edukasi, skrining, dan tindak lanjut yang tepat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta mendorong partisipasi wanita usia subur dalam deteksi dini kanker serviks melalui edukasi menggunakan leaflet, diskusi interaktif, konseling, serta fasilitasi pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan HPV DNA di Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi komunitas dengan evaluasi one group pre-test and post-test. Sebanyak 20 peserta mengisi kuesioner pre-test dan post-test secara lengkap. Hasil menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,65 pada pre-test menjadi 9,15 pada post-test, dengan selisih mean 1,50. Dari 20 ibu yang hadir, 3 orang (15%) secara sukarela bersedia menjalani pemeriksaan IVA dan HPV DNA, dan seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah edukasi berbasis leaflet yang dipadukan dengan diskusi dan konseling, tetapi capaian tindakan skrining langsung masih terbatas. mampu meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi capaian tindakan skrining langsung masih terbatas. Kegiatan lanjutan perlu memperkuat pendampingan, pengingat, konseling privat, dan tindak lanjut melalui Puskesmas agar peningkatan pengetahuan dapat berlanjut menjadi perilaku deteksi dini yang berkelanjutan.