Christiana Rialine Titaley
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Pattimura, Ambon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN AWAL MYALGIA PADA NELAYAN DI DESA RUMAH TIGA, KOTA AMBON: COMMUNICATION, INFORMATION, AND EDUCATION AS A PROMOTIVE AND PREVENTIVE STRATEGY FOR THE EARLY MANAGEMENT OF MYALGIA AMONG FISHERMEN IN RUMAH TIGA VILLAGE, AMBON CITY Joel Apriyanto Fejacreyo Huka; Christiana Rialine Titaley; Zadrach Ch. van Afflen; Mega Clarita Laurence; Reinaldy Simanungkalit; Cindy Gloria Risakotta
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3180

Abstract

Myalgia merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja dengan aktivitas fisik berat, termasuk nelayan. Aktivitas seperti mengangkat beban, menarik jaring, mempertahankan postur kerja statis, serta paparan cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko nyeri otot dan gangguan muskuloskeletal pada nelayan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan mengenai pencegahan serta penanganan awal myalgia di wilayah kerja Puskesmas Poka–Rumah Tiga, Kota Ambon. Metode kegiatan dilakukan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi berupa penyuluhan interaktif, diskusi, pembagian leaflet, demonstrasi peregangan, serta edukasi penggunaan kompres panas dan dingin yang dilaksanakan di Pantai Pohon Mangga, Desa Rumah Tiga, pada 05 Mei 2026 dengan sasaran nelayan setempat yang dievaluasi melalui observasi partisipasi, sesi tanya jawab terstruktur, serta kemampuan peserta menjelaskan kembali materi yang telah diberikan sebagai indikator peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali pengertian myalgia, faktor risiko, prinsip ergonomi sederhana, teknik peregangan, serta tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan berdasarkan sesi tanya jawab dan observasi partisipasi. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi aktif dan demonstrasi peregangan secara mandiri. Kendala yang ditemukan adalah tidak semua nelayan dapat mengikuti kegiatan karena sedang melaut serta belum terlaksananya pemberian suvenir hot–cold pack akibat keterbatasan biaya. Kegiatan KIE ini dapat menjadi pendekatan promotif dan preventif awal yang relevan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan kerja pada komunitas nelayan.