Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SKRINING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA DI PANTI WERDHA DAMAI RANOMUUT MANADO: NON-COMMUNICABLE DISEASE RISK FACTOR SCREENING IN THE ELDERLY AT PANTI WERDHA DAMAI RANOMUUT MANADO Puspita Ningrum; Noviyanti Parapaga; Junytha Ranny Rondonuwu
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3183

Abstract

Peningkatan kualitas hidup memicu pertumbuhan populasi lansia yang rentan terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan gout. Sebagai upaya preventif, kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan sistem deteksi dini terintegrasi melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan edukasi kesehatan guna mendorong kemandirian lansia dalam memantau faktor risiko penyakit. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 April 2026 di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado dengan jumlah lansia 21 orang. Hasil yang didapatkan adalah paling banyak lansia wanita dengan asam urat berjumlah 8, kolesterol dan tekanan darah yang tinggi 9 lansia, sedangkan gula darah sewaktu hanya ada 5 lansia wanita. Edukasi kesehatan diberikan sebagai upaya promotif untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai faktor risiko PTM serta pentingnya kontrol pemeriksaan berkala. Penyelenggaraan kembali Program Pemeriksaan lansia sangat direkomendasikan untuk menjaga kontinuitas perilaku sehat lansia.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Asam Urat pada Lansia di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado : Penelitian Puspita Ningrum; Erna Purwanti; Junytha Rondonuwu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4013

Abstract

Uric acid is one of the main causes of chronic inflammatory arthritis in Indonesia, characterized by the deposition of monosodium urate (MSU) monohydrate crystals in the tissues. Gouty arthritis is a non-communicable disease often experienced by elderly people caused by a lack of understanding about foods that have high purine content. The purpose of writing this article is to determine the normal levels of uric acid in the elderly. This community service was carried out at the Damai Ranomuut Manado Werdha Panti with a total of 35 elderly people. The methods used were counseling and uric acid examination. The results showed that 16 elderly people had high uric acid levels, consisting of 14 women and 2 men.
SKRINING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA DI PANTI WERDHA DAMAI RANOMUUT MANADO: NON-COMMUNICABLE DISEASE RISK FACTOR SCREENING IN THE ELDERLY AT PANTI WERDHA DAMAI RANOMUUT MANADO Puspita Ningrum; Noviyanti Parapaga; Junytha Ranny Rondonuwu
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3183

Abstract

Peningkatan kualitas hidup memicu pertumbuhan populasi lansia yang rentan terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan gout. Sebagai upaya preventif, kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan sistem deteksi dini terintegrasi melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan edukasi kesehatan guna mendorong kemandirian lansia dalam memantau faktor risiko penyakit. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 April 2026 di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado dengan jumlah lansia 21 orang. Hasil yang didapatkan adalah paling banyak lansia wanita dengan asam urat berjumlah 8, kolesterol dan tekanan darah yang tinggi 9 lansia, sedangkan gula darah sewaktu hanya ada 5 lansia wanita. Edukasi kesehatan diberikan sebagai upaya promotif untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai faktor risiko PTM serta pentingnya kontrol pemeriksaan berkala. Penyelenggaraan kembali Program Pemeriksaan lansia sangat direkomendasikan untuk menjaga kontinuitas perilaku sehat lansia.