Irene Silviani
Universitas Bunda Mulia, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Selfie Culture, Penggunaan Filter Tiktok Dan Social Comparison Terhadap Krisis Identitas Remaja Dengan Body Image Sebagai Variabel Mediasi (Studi Eksplanatif Dengan Pendekatan Kuantitatif Melalui Survei Pada Siswa Sma Amore Prime School) Irene Silviani; Gilbert Leonardo Devincie
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i2.3494

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Pengaruh Selfie Culture, Penggunaan Filter TikTok, dan Social Comparison terhadap Krisis Identitas Remaja dengan Body Image sebagai Variabel Mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya selfie, penggunaan filter TikTok, dan perbandingan sosial terhadap citra tubuh serta krisis identitas pada remaja. Objek penelitian adalah 129 siswa Sekolah Menengah Atas Amore Prime School. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survei sensus dan teknik analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya selfie dan perbandingan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kerentanan citra tubuh. Perbandingan sosial dan penggunaan filter TikTok terbukti berpengaruh signifikan terhadap krisis identitas remaja, di mana perbandingan sosial menjadi prediktor paling dominan. Namun, penggunaan filter TikTok tidak berpengaruh terhadap citra tubuh, dan citra tubuh tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap krisis identitas remaja. Selain itu, citra tubuh tidak terbukti menjalankan peran sebagai variabel mediasi dalam model ini. Kesimpulannya, krisis identitas pada remaja lebih banyak dipicu oleh proses perbandingan sosial dan praktik representasi identitas digital secara langsung dibandingkan melalui ketidakpuasan terhadap tubuh.