Siti Maemunah
Sastra Indonesia, Universitas Pamulang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSONA DALAM FILM IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Denti Karina Anjayani; Nazwa Alifia Azzahra; Rizkika Nora Diah Pangestika; Siti Maemunah
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2100

Abstract

society, as depicted in Indonesian cinema. It aims to deeply examine and analyze the "persona" archetypes of characters in the film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (Imperfect: Career, Love & Scales) by Ernest Prakasa, utilizing Carl Gustav Jung’s theory of literary psychology. The study focuses on the protagonist, Rara, and supporting characters such as Dika and Lulu, analyzing how their characterization and the story's conflict dynamics reflect the pressures exerted by their social environment. The research employs a descriptive qualitative design, integrating a literature review approach with comprehensive "listen-and-note" techniques applied to specific scenes and character dialogue. The analysis identified four distinct forms of persona masks: an "angry" persona (4 instances), a "caring" persona (2 instances), a "seemingly fine" persona (3 instances), and a "disappointed" persona (1 instance). The findings demonstrate that the formation of these four persona types is driven by factors such as past trauma, stigma, environmental influences, parenting styles, and internal psychological conflict. These social masks exert significant emotional pressure and impact the harmony of interpersonal relationships among the characters. Ultimately, this study offers comprehensive theoretical and conceptual insights into the application of the persona concept in an audiovisual work, while also contributing to the reader's psychological understanding of the importance of total self-acceptance.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena diskriminasi fisik atau tindakan body shaming di lingkungan sosial masyarakat modern yang direpresentasikan melalui media sinema Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar secara dalam dan menganalisis wujud arketipe persona tokoh yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan karya Ernest Prakasa memanfaatkan landasan teori psikologi sastra dari Carl Gustav Jung. Tokoh utama seperti Rara, dan tokoh pendukung seperti Dika dan Lulu, dijadikan pusat perhatian dalam kajian ini guna menelaah bagaimana model penokohan dan jalinan konflik cerita yang merepresentasikan beban tekanan dari lingkungan sekitar. Rancangan riset ini berstandar penuh pada metode kualitatif deskriptif yang dipadukan bersama pendekatan studi kepustakaan serta teknik simak dan catat terhadap fragmen adegan maupun dialog para tokoh secara komprehensif. Berdasarkan tahapan analisis yang dilakukan, diperoleh total 6 pertemuan data sahih yang mengidentifikasi empat wujud topeng persona, yaitu meliputi manifestasi persona marah sebanyak 4 data, persona peduli sebanyak 2 data, persona selalu terlihat baik-baik saja sebanyak 3 data, dan persona kecewa sebanyak 1 kata. Hasil riset membuktikan bahwa proses pembentukan keempat jenis persona tersebut didorong kuat oleh faktor trauma masa lalu, akibat stigma, pengaruh lingkungan, serta pola asuh orang tua, hingga pergolakan konflik batin individu. Berbagai wujud topeng sosial ini memberikan dampak signifikan berupa tekanan emosional yang masif sekaligus memengaruhi keharmonisan relasi interpersonal antartokoh dalam cerita. Melalui perolehan hasil tersebut, kajian ini menyuguhkan wawasan teoritis serta konseptual yang lebih komprehensif mengenai implementasi konsep persona pada sebuah karya audio-visual, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pemahaman psikologis pembaca mengenai pentingnya penerimaan diri secara utuh.
EGO TOKOH UTAMA DALAM CERPEN KELUARGA M KARYA BUDI DARMA (KAJIAN PSIKOANALISIS) Raisha Fujianty Sofyan; Dini Samsiah; Siti Maemunah
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2101

Abstract

For This study aims to analyze the role of the “I” character’s ego as the agent of aggressive impulses and to identify the forms of ego defense mechanisms used to maintain psychological stability in Budi Darma’s short story Keluarga M. The research method employed is qualitative descriptive, using a literary psychology approach grounded in Sigmund Freud’s psychoanalytic theory. The results of the study reveal massive ego dysfunction in the first half of the story, where the ego of the “I” character aligns with the id’s aggressive impulses to orchestrate destructive sabotage as a result of external frustration. However, the momentum of a tragic accident serves as a psychological turning point for the character. The ego mitigates this anxiety through defense mechanisms, including rationalization, repression, isolation of effects, dissociation, reaction formation, and social sublimation in the form of disability advocacy. In conclusion, the “I” character’s ego ultimately succeeds in achieving a complete psychological reconstruction, thereby reaching a new, rational state of equilibrium (homeostasis) in accepting his existential solitude by the story’s end. At the same time, this reveals the dark defensive tactics of the ego in Budi Darma’s fiction.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ego tokoh “Saya” sebagai pelaksana dominasi dorongan agresi serta mengidentifikasi bentuk mekanisme pertahanan ego yang digunakan untuk menjaga kestabilan psikis dalam cerpen Keluarga M karya Budi Darma. Metode penelitian menggunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra berlandaskan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Hasil penelitian menunjukan disfungsi ego yang masif pada paruh awal cerita, dimana ego tokoh “Saya” bersekutu dengan dorongan agresi id untuk merancang  sabotase destruktif  akibat frustasi eksternal. Namun, momentum kecelakaan tragis menjadi titik balik kejiwaan tokoh. Kecemasan tersebut diredam ego melalui mekanisme pertahanan diri (self-defense mechanism), meliputi rasionalisasi, represi, isolasi efek, disosiasi, reaction formation, hingga sublimasi sosial berupa advokasi disabilitas. Kesimpulannya, ego tokoh “Saya” pada akhirnya berhasil melakukan rekonstruksi kejiwaan secara utuh sehingga mencapai titik keseimbangan baru (homeostasis) yang rasional dalam menerima kesendirian eksistensialnya di akhir cerita. Sekaligus membongkar taktik pertahanan ego yang kelam dalam fiksi Budi Darma.