Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan budaya literasi serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMP Negeri 02 Kajen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca peserta didik yang masih menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia, sehingga diperlukan pembiasaan literasi sebagai upaya menumbuhkan karakter positif di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 30 peserta didik kelas VII A sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap guru Bahasa Indonesia, petugas perpustakaan, dan ketua kelas untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan program literasi serta dampaknya terhadap karakter peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi berupa pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran yang dilaksanakan tiga kali dalam sepekan mampu menumbuhkan karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Meskipun tidak seluruh peserta didik memiliki minat baca yang tinggi pada awal pelaksanaan program, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten terbukti mampu membentuk karakter positif melalui proses pembiasaan yang berlangsung secara terus-menerus. Temuan ini sejalan dengan teori pendidikan karakter Thomas Lickona yang menekankan bahwa karakter terbentuk melalui pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Dengan demikian, budaya literasi tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan sekolah..Kata kunci: : budaya literasi, pembentukan karakter, pendidikan karakter, SMP