Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KREDIBILITAS PENDIDIK SEBAYA TERHADAP SIKAP REMAJA TENTANG PEMENUHAN GIZI DENGAN PENGETAHUAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KELOMPOK PIK REMAJA DI PROVINSI RIAU Sandiko Daris Prasetyo; Nurjanah Nurjanah; Tantri Puspita Yazid
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40553

Abstract

Abstrak: Berangkat dari kebijakan implementasi komunikasi kesehatan melalui pengembangan Modul Edukasi Gizi dengan pendekatan Remaja sebagai Pendidik Sebaya untuk menyampaikan pesan kepada teman sebaya mengingat sikap remaja dominan dipengaruhi oleh teman sebayanya, Inisiasi dimulai pada tahun 2023 oleh BKKBN/Kemendukbangga, bersama Generasi Berencana (Genre) Indonesia yang di dasari oleh Perpres No. 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pada Pengurus PIK Remaja di Provinsi Riau yang sudah mendapat edukasi. Quota Sampling dilakukan pada 215 responden di 12 Kabupaten/Kota, dan dianalisis software SmartPLS 4.0. Hasilnya, Kredibilitas Pendidik Sebaya secara langsung tidak berpengaruh terhadap Sikap Remaja, namun setelah dimediasi oleh Pengetahuan Gizi didapati Kredibilitas Pendidik Sebaya berpengaruh terhadap Sikap Remaja. Selain itu Pengetahuan Gizi juga berpengaruh terhadap Sikap Remaja. Maka pada penelitian ini pengetahuan gizi berperan dalam meningkatkan kredibilitas pendidik sebaya sehingga mampu mempengaruhi sikap remaja. Abstract:  In 2023, BKKBN/Kemendukbangga in collaboration with Generasi Berencana (Genre) Indonesia developed a Nutrition Education Module, based on Presidential Regulation No. 72 of 2021 on the Acceleration of Stunting Reduction. This initiative emphasizes the role of adolescents as peer educators, considering that adolescent attitudes are predominantly influenced by their peers. Data collection was conducted using questionnaires to Members of PIK Remaja in Riau Province who had previously received nutrition education. A quota sampling method was applied to 215 respondents across 12 districts/cities, then analyzed using SmartPLS 4.0 software. The results indicate that peer educator credibility does not directly affect adolescent attitudes; however, when mediated by nutrition knowledge, peer educator credibility significantly influences adolescent attitudes. Furthermore, nutrition knowledge itself has a direct effect on adolescent attitudes. This study highlights that nutrition knowledge plays a crucial role in enhancing peer educator credibility and positively impact adolescent attitudes.
Pemberdayaan Remaja Disabilitas melalui Model Great-4 untuk Literasi Kesehatan Reproduksi dan Mental Muhammad Muzakir Fahmi; Nadila Saumitri; Sandiko D. Prasetyo; Dika Kilana
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 08 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i08.3744

Abstract

Remaja dengan disabilitas tuli dan intelektual menghadapi hambatan komunikasi serta keterbatasan media aksesibel dalam memperoleh informasi kesehatan reproduksi dan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan kebutuhan, menyusun model edukasi partisipatif, dan meningkatkan pemahaman remaja di SLB Kasih Ibu Kota Pekanbaru. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) diterapkan melalui pra-siklus, perencanaan aksi, pelaksanaan, observasi, dan refleksi bersama remaja, guru, serta orang tua. Kegiatan mencakup FGD, asesmen visual, edukasi multimedia pada Siklus I, co-design, dan penerapan model “Great-4” berbasis gamifikasi, multisensori, serta kinestetik pada Siklus II. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor pengetahuan dan refleksi perubahan perilaku. Rata-rata skor meningkat dari 7,1 menjadi 8,0. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemandirian higienitas, pemahaman batas tubuh, keberanian menolak sentuhan tidak aman, dan kemampuan mengekspresikan emosi. Model “Great-4” berpotensi menjadi media edukasi inklusif bagi remaja disabilitas.