p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Yuni Asri
Sarjana Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN JENIS KELAMIN, USIA, DAN POLA MAKAN PADA PASIEN DISPEPSIA DI RSUD JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT TAHUN 2024 Chatriaty Aprilya; Yuni Asri
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.950

Abstract

Pendahuluan: Dispepsia merupakan gangguan gastrointestinal yang umum dan sering dikaitkan dengan pola makan serta karakteristik demografi. Pemahaman hubungan antara faktor-faktor tersebut penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penatalaksanaan yang lebih efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang berbasis data sekunder dari rekam medis 156 pasien dispepsia pada tahun 2024 di satu rumah sakit. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, kelompok usia (remaja, dewasa, lansia), dan pola makan (konsumsi makanan pedas/asam/asin, konsumsi kopi, pola makan tidak teratur, diet rendah serat/restriktif, dan diet seimbang). Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Penelitian ini telah memperoleh izin pelaksanaan dengan nomor surat 445/312/RSUD/2026. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (67,3%) dan berada pada kelompok usia dewasa (54,5%). Pola makan tidak teratur (30,8%) dan diet rendah serat atau restriktif (28,8%) merupakan pola yang paling sering dilaporkan. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan pola makan (p < 0,001) serta antara usia dan pola makan (p = 0,006). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara faktor sosiodemografi dan pola makan pada pasien dispepsia. Namun, interpretasi temuan perlu mempertimbangkan keterbatasan desain potong lintang, penggunaan data sekunder, dan setting penelitian satu pusat yang dapat membatasi generalisasi. Temuan ini menekankan pentingnya perhatian terhadap pola makan dalam praktik klinis serta perlunya penelitian lanjutan dengan desain longitudinal untuk memahami hubungan yang lebih komprehensif.  Kata Kunci: Dispepsia; Pola Makan; Jenis Kelamin; Usia; Studi Berbasis Rumah Sakit.
HUBUNGAN RISIKO KLINIS DENGAN STATUS TEKANAN DARAH PADA PASIEN LANSIA DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT SALURANG, INDONESIA Stevia Angelina Kotika; Yuni Asri; Ananda Sagita Maharani
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.957

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada kelompok lansia, terutama di tingkat pelayanan kesehatan primer. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan status tekanan darah menjadi penting untuk mendukung pengelolaan hipertensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara risiko klinis dan status tekanan darah pada pasien lansia di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang serta memanfaatkan data sekunder dari catatan kesehatan rutin. Sebanyak 35 pasien lansia diikutsertakan melalui teknik total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik sosiodemografi, faktor klinis, gaya hidup, dan status tekanan darah menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat. Uji chi-square atau Fisher exact digunakan dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Penelitian ini telah memperoleh izin dari Puskesmas Salurang (No. 440/441/PKMS/XII/2025). Hasil menunjukkan bahwa 62,9% responden mengalami tekanan darah tidak terkontrol. Risiko klinis merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan secara signifikan (p = 0,005), sedangkan variabel lain tidak bermakna. Kesimpulannya, penguatan identifikasi dan pengelolaan risiko klinis penting untuk meningkatkan pengendalian tekanan darah pada lansia. Kata Kunci: hipertensi, lansia, pelayanan kesehatan primer, risiko klinis, status tekanan darah