This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ibn Abbas
Hotmariani Dongoran
Institut Daarul Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Meaning of Khamr in The Quran A Study of Al-Qusyairi Exegesis In Lataif al-Isharat Hotmariani Dongoran; Khoirun Nidhom; Mohamad Mualim
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 9, No 1 (2026): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v9i1.30048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna khamar dalam QS. Al-Baqarah: 219, QS. An-Nisa: 43, dan QS. Al-Ma’idah: 90 berdasarkan perspektif tafsir Lataif al-Isyarat karya Abdul Karim al-Qusyairi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya pemahaman khamar dalam perspektif hukum formal dan sosial, sementara dimensi simbolik dan spiritual dalam tafsir sufistik masih relatif terbatas dikaji. Padahal, tafsir sufistik memiliki pendekatan yang mampu mengungkap makna batin ayat Al-Qur’an secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari kitab Lataif al-Isyarat, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode content analysis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qusyairi memaknai khamar tidak hanya sebagai minuman yang memabukkan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol segala sesuatu yang memalingkan manusia dari Allah. Dalam QS. Al-Baqarah: 219, khamar dipahami sebagai representasi kenikmatan duniawi yang merusak kesadaran spiritual. Pada QS. An-Nisa: 43, mabuk dimaknai sebagai hilangnya kesadaran ruhani akibat dominasi hawa nafsu dan kelalaian hati. Sementara itu, QS. Al-Ma’idah: 90 dipahami sebagai larangan terhadap segala bentuk keterikatan duniawi yang menjadi hijab spiritual manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir sufistik al-Qusyairi menghadirkan pemahaman multidimensional terhadap ayat-ayat khamar yang tetap relevan dalam menjawab problem spiritual masyarakat kontemporer. This study aims to analyze the meaning of khamr in QS. Al-Baqarah: 219, QS. An-Nisa: 43, and QS. Al-Ma’idah: 90 based on the perspective of Lataif al-Isyarat exegesis written by Abdul Karim al-Qusyairi. This research is motivated by the dominance of understanding khamr from legal and social perspectives, while its symbolic and spiritual dimensions in Sufi exegesis remain relatively underexplored. In fact, Sufi interpretation offers an approach capable of revealing the inner meanings of Qur’anic verses more deeply. This study employs a qualitative approach using library research. The primary data source is the book Lataif al-Isyarat, while secondary data are obtained from Qur’anic commentaries, books, scientific journals, and relevant previous studies. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis with a thematic (maudhu‘i) interpretation approach. The results show that al-Qusyairi interprets khamr not merely as an intoxicating drink in a physical sense, but also as a symbol of everything that distances humans from Allah. In QS. Al-Baqarah: 219, khamr represents worldly pleasures that damage spiritual awareness. In QS. An-Nisa: 43, intoxication symbolizes the loss of spiritual consciousness caused by lust and negligence of the heart. Meanwhile, QS. Al-Ma’idah: 90 is interpreted as a prohibition against all worldly attachments that become spiritual veils for humans. This study confirms that al-Qusyairi’s Sufi interpretation presents a multidimensional understanding of the verses on khamr, which remains relevant in addressing the spiritual problems of contemporary society.