Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNJ Penerima Beasiswa KJMU di Tengah Keterbatasan Ekonomi Ciek Julyati Hisyam; Yasmin Bobsaid; Siti Noorhalisa; Kevin Saputra; Intan Dwi Rahmawati; Airlangga Rizki Putra
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2627

Abstract

Perilaku konsumtif mahasiswa semakin meningkat di era digital seiring kemudahan akses marketplace, e-wallet, dan media sosial. Fenomena ini menarik ketika terjadi pada mahasiswa penerima beasiswa KJMU yang berasal dari kelompok ekonomi terbatas. Penelitian ini bertujuan memahami terbentuknya gaya hidup konsumtif mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNJ penerima KJMU serta makna konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa penerima KJMU. Analisis dilakukan menggunakan teori konsumerisme Jean Baudrillard, khususnya konsep nilai-tanda, simulasi, simulacra, dan hiperrealitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif tidak semata dipengaruhi kemampuan ekonomi, tetapi juga konstruksi identitas sosial. Konsumsi, seperti pembelian merchandise K-Pop dan aktivitas nongkrong di kafe, dimaknai sebagai ekspresi identitas, self-reward, serta dipengaruhi media sosial yang mendorong pembelian impulsif dan normalisasi gaya hidup tertentu. Meskipun demikian, sebagian mahasiswa mampu mengelola dana beasiswa secara rasional dengan memprioritaskan kebutuhan akademik, sementara sebagian lainnya masih melakukan pengeluaran konsumtif untuk pemenuhan emosional. Penelitian menyimpulkan bahwa konsumsi telah bergeser dari pemenuhan kebutuhan menjadi sarana pembentukan identitas dan posisi sosial, sehingga diperlukan literasi keuangan yang lebih terstruktur bagi mahasiswa penerima beasiswa di tengah kuatnya pengaruh media sosial.