Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengalaman Guru IPA Menilai Literasi Sains Dalam Kurikulum Merdeka: Tantangan dan Kebutuhan Shanti Damayanti; Noening Andrijati; Deni Setiawan
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2628

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, kompleksitas literasi sains menuntut guru untuk menggunakan asesmen yang mampu mengukur kemampuan peserta didik secara autentik dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru IPA dalam menilai literasi sains pada implementasi Kurikulum Merdeka, termasuk praktik penilaian yang dilakukan, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan guru dalam mengembangkan asesmen literasi sains. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri atas tiga guru IPA SMP yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai literasi sains sebagai kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep-konsep sains untuk menjelaskan fenomena, mengambil keputusan berdasarkan bukti, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Praktik penilaian yang digunakan meliputi tes tertulis, praktikum, proyek, presentasi, dan pembelajaran berbasis masalah. Meskipun demikian, guru masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan waktu, keragaman karakteristik siswa, serta kesulitan dalam menyusun instrumen dan rubrik penilaian yang mampu mengukur literasi sains secara komprehensif. Penelitian ini juga menemukan bahwa guru membutuhkan pelatihan, contoh instrumen, dan panduan pengembangan asesmen autentik yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penilaian literasi sains pada implementasi Kurikulum Merdeka telah mulai diterapkan melalui berbagai bentuk asesmen autentik, tetapi masih memerlukan dukungan yang lebih sistematis untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan asesmen literasi sains yang lebih kontekstual dan efektif di sekolah.