Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, pembelajaran matematika, dan manajemen berbasis data terhadap internalisasi nilai-nilai Qurani pada siswa sekolah menengah pertama yang menerapkan kebijakan tanpa gawai. Fokus utama penelitian adalah melihat bagaimana ketiga aspek tersebut dapat berkontribusi dalam membentuk karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai Qurani di tengah keterbatasan penggunaan perangkat digital di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 165 siswa di SMPS Hangtuah 6 Jonggol, Kabupaten Bogor. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik untuk mengetahui pengaruh simultan maupun parsial dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, pembelajaran matematika, dan manajemen berbasis data secara simultan berpengaruh signifikan terhadap internalisasi nilai-nilai Qurani siswa. Secara parsial, ketiga variabel tersebut juga memberikan kontribusi positif terhadap penguatan karakter siswa, khususnya dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan ketekunan belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan nilai-nilai Qurani tidak harus bergantung pada penggunaan gawai, tetapi dapat dioptimalkan melalui strategi pembelajaran yang terarah dan pengelolaan data pendidikan yang sistematis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi sekolah dalam merancang model pembelajaran yang mengintegrasikan literasi digital, penguatan akademik, dan manajemen berbasis data untuk mendukung pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.