Jehanara Jehanara
Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE BIRTHING BALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN DI PUSKESMAS KEMAYORAN Rosni Lubis; Siska Handayani; Jehanara Jehanara
jitek Vol 13 No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v13i2.2406

Abstract

Labor pain remains a distressing experience that can negatively affect both mothers and babies. According to the Indonesian Ministry of Health (2019), around 15% of mothers in Indonesia experience labor complications accompanied by pain, while 22% report severe pain during childbirth. Excessive labor pain may lead to frustration, anxiety, and emotional distress. One non-pharmacological method considered safe, simple, and comfortable for pain management is the use of a birthing ball. This study aimed to determine the effectiveness of the birthing ball method in reducing labor pain intensity. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest–posttest design without a control group. A total of 45 maternity mothers who met the inclusion criteria at the Kemayoran Health Center participated in the study and received a 30-minute birthing ball intervention. Labor pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS). The statistical analysis showed a significant reduction in labor pain intensity after the intervention, with a p-value of <0.001 and a Z-score of -5.798b. These findings indicate that the birthing ball method is effective in reducing labor pain intensity. Therefore, healthcare workers are encouraged to optimize the use of birthing balls as a non-pharmacological pain management method during labor. Proper technique, along with responsive and empathetic support during childbirth, is important to maximize the benefits of this intervention.
Literature Review Faktor Resiko Ibu Hamil Stres dan Cemas Junengsih Junengsih; Elly Dwi Wahyuni; Jehanara Jehanara; Endah Dian Marlina; Raudhatul Munawarah; Rosita Syaripah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2333

Abstract

Kehamilan merupakan periode transisi dinamis yang menempatkan perempuan pada kerentanan psikologis yang tinggi. Stres dan kecemasan antenatal yang tidak terkelola dengan baik berdampak sangat negatif pada luaran obstetri dan perkembangan janin, sehingga identifikasi dini berbagai faktor risiko menjadi esensial. Penelitian literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis secara komprehensif bukti ilmiah terkini mengenai prediktor stres dan kecemasan pada ibu hamil. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistematis berdasarkan pedoman standar PRISMA. Pencarian literatur difokuskan pada basis data medis PubMed untuk artikel observasional yang diterbitkan dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Proses seleksi secara ketat menghasilkan empat artikel utama yang relevan untuk diekstraksi dan disintesis menggunakan pendekatan naratif. Proses seleksi tersebut pada akhirnya menghasilkan empat artikel utama yang relevan. Keempat artikel observasional yang berhasil lolos kriteria inklusi tersebut kemudian diekstraksi serta disintesis menggunakan pendekatan naratif. Studi-studi terpilih ini dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir untuk mengkaji berbagai prediktor atau faktor risiko penyebab stres dan kecemasan pada ibu hamil.Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian stres dan kecemasan ibu hamil diakibatkan mekanisme multifaktorial kompleks yang terbagi ke dalam tiga domain utama: (1) faktor sosiodemografi, seperti pendidikan rendah dan kesulitan ekonomi; (2) faktor obstetri klinis, mencakup kehamilan tidak direncanakan dan komplikasi persalinan; serta (3) faktor psikososial, meliputi minimnya dukungan sosial, kekerasan, dan stresor krisis global. Kesimpulannya, interaksi ketiga domain ini saling beririsan memperbesar kerentanan mental ibu. Oleh karena itu, temuan ini sangat menegaskan pentingnya integrasi skrining psikologis secara proaktif ke dalam standar asuhan antenatal. Langkah ini sangat krusial guna mencegah luaran buruk, menjamin kesejahteraan ibu, serta mengoptimalkan proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan secara maksimal.