Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui SIPALON sebagai Inovasi Urban Farming di Kawasan Padat Penduduk Doni Sagitarian Warganegara; Hani Fatonah; Rakha Ghoffur Azmi; Citha Padila; Artika Putri Melani; Syakira Zera Harmonisa; Afifah Nur Khoirunnisa; Adhetia Selando; Kartika Nur Rosyida; Chesario Dwi Nugroho; Muhammad Zaky Alfaraby; M. Qahvy Algifarri
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.163

Abstract

Kelurahan Tanjung Karang merupakan kawasan padat penduduk di Kota Bandar Lampung dengan luas wilayah 28 hektar dan jumlah penduduk 2.950 jiwa. Keterbatasan lahan terbuka menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam melakukan budidaya tanaman pangan secara mandiri. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan memberikan solusi urban farming melalui pemanfaatan galon bekas sebagai media aquaponik sederhana yang disebut SIPALON (Solusiistem Pemanfaatan Galon Bekas). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep aquaponik, penjelasan peluang bisnis, dan praktik pembuatan 15 unit SIPALON yang melibatkan 20 warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai sistem aquaponik dan keterampilan membuat media tanam dari galon bekas. Seluruh unit SIPALON yang dibuat dibawa pulang oleh masyarakat untuk dirawat secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan aktif selama sesi sosialisasi dan praktik. Kegiatan ini mendukung pemanfaatan barang bekas, ketahanan pangan rumah tangga, serta membuka wawasan masyarakat terhadap potensi ekonomi mikro dari urban farming.
Analisis Yuridis terhadap Sanksi Pidana bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga Menurut KUHP dan UU No. 23 Tahun 2004 Prillian Aditya Restu; Muhammad Zaky Alfaraby; M. Omar Sajid; Rohaini Rohaini
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13644

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaturan sanksi pidana bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga menurut KUHP dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. KUHP hanya mengatur kekerasan secara umum sehingga belum mampu menyesuaikan dengan karakteristik relasi domestik yang kompleks. Sebaliknya, UU PKDRT memberikan definisi yang lebih jelas, klasifikasi bentuk kekerasan, serta mekanisme perlindungan korban yang lebih komprehensif. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi kendala seperti rendahnya pemahaman aparat, kesulitan pembuktian, dan faktor sosial budaya yang membuat korban enggan melapor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UU PKDRT lebih efektif memberikan perlindungan, namun memerlukan peningkatan sosialisasi dan penguatan penegakan hukum.