Roihanah Zakiyah
Sekolah Tinggi Agama Islam Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PEDAGOGIS GURU MI DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PADA ERA SOCIETY 5.0: KAJIAN LITERATUR Roihanah Zakiyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagogis guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam penguatan karakter religius pada era Society 5.0 melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian menggunakan metode kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan strategi pedagogis, karakter religius, pendidikan Islam, dan tantangan pendidikan pada era Society 5.0. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama, pola temuan, serta kecenderungan konseptual dari berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pedagogis guru MI dalam penguatan karakter religius terutama dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, bimbingan nilai, pengondisian lingkungan religius, penguatan disiplin, serta kerja sama antara madrasah dan orang tua. Dalam konteks era Society 5.0, strategi-strategi tersebut tetap relevan, tetapi memerlukan rekonstruksi ke arah yang lebih adaptif dengan mengintegrasikan literasi digital religius, etika penggunaan teknologi, dan pengendalian diri peserta didik dalam ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakter religius di MI pada era Society 5.0 menuntut pendekatan pedagogis yang holistik, kontekstual, dan transformatif agar peserta didik tidak hanya memiliki kesalehan ritual dan sosial, tetapi juga kecakapan moral dalam menghadapi tantangan peradaban digital.