I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulya Hartawan
Bali International Hospital

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Hidrasi sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Fungsi Ginjal pada Tenaga Kesehatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Tipe A I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulya Hartawan
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/ecssyh58

Abstract

Tenaga kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki risiko tinggi mengalami dehidrasi akibat beban kerja yang tinggi, penggunaan alat pelindung diri dalam waktu lama, serta keterbatasan waktu untuk minum selama bekerja. Kondisi dehidrasi yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan mengenai pentingnya hidrasi untuk menjaga kesehatan ginjal. Kegiatan dilaksanakan di IGD salah satu Rumah Sakit Tipe A dengan metode penyuluhan interaktif, pembagian media edukasi, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 35 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga penunjang medis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai pengetahuan peserta dari 62,4 sebelum edukasi menjadi 88,7 setelah edukasi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai kebutuhan cairan harian, tanda dehidrasi, dampak dehidrasi terhadap fungsi ginjal, serta langkah-langkah pencegahan gangguan ginjal melalui pemenuhan asupan cairan yang adekuat, pengaturan jadwal minum selama bekerja, pemantauan warna urin, dan menghindari kebiasaan menahan buang air kecil. Kegiatan edukasi ini efektif meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan mengenai pentingnya hidrasi sebagai upaya preventif untuk menjaga fungsi ginjal di lingkungan kerja dengan beban tinggi (p<0,05). Edukasi berkelanjutan mengenai perilaku hidrasi yang sehat diharapkan dapat mendukung pencegahan gangguan fungsi ginjal pada tenaga kesehatan. Kata kunci : hidrasi, fungsi ginjal, tenaga kesehatan, IGD, edukasi
Edukasi Pola Makan pada Tenaga Kesehatan Shift Malam untuk Pencegahan Penyakit Metabolik I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulya Hartawan
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/ea2m6e35

Abstract

Tenaga kesehatan yang bekerja dengan sistem shift khususnya shift malam memiliki risiko mengalami pola makan tidak sehat akibat perubahan ritme sirkadian, tingginya beban kerja, serta keterbatasan waktu makan selama bertugas. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit metabolik seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai pola makan sehat pada shift malam sebagai upaya pencegahan penyakit metabolik. Kegiatan dilaksanakan pada tenaga kesehatan shift malam di salah satu rumah sakit tipe A dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, pembagian media edukasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi edukasi meliputi jadwal makan sehat saat shift malam, pemilihan makanan bergizi seimbang, konsumsi kopi dan minuman manis, serta hubungan pola makan tidak sehat dengan penyakit metabolik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata nilai pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pengaturan waktu makan dan pemilihan makanan sehat selama bekerja pada shift malam. Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan dalam menerapkan pola makan sehat untuk mencegah risiko penyakit metabolik akibat kerja shift malam.