Remaja adalah sekelompok orang yang mudah terpengaruh oleh lingkungannya, termasuk kebiasaan merokok. Emisi karbon monoksida (CO) dapat mempengaruhi kadar hemoglobin karena CO memiliki ikatan yang lebih tinggi dibandingkan hemoglobin dibandingkan oksigenasi, yang dapat menghambat proses oksigenasi jaringan. Dalam kondisi kesehatan yang terus memburuk, tubuh akan meningkatkan produksi eritropoietin untuk melawan sel darah merah yang menyebabkan kadar hemoglobin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kadar hemoglobin pada remaja perokok di Desa Lawe Cimanok, Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakan desain studi kasus one-shot dan pendekatan deskriptif. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, dipilih sampel sebanyak 20 remaja laki-laki berusia 15 hingga 18 tahun. Menurut temuan penelitian, 13 responden (65%) mengalami peningkatan kadar hemoglobin, sedangkan 7responden (35%) memiliki kadar hemoglobin normal. Respon fisik rokok kertas Adalah peningkatan kadar hemoglobin pada sebagian besar responden. Sebaliknya, kadar hemoglobin yang tinggi dapat meningkatkan kekentalan darah dan meningkatkan risiko berkembangnya kelainan kardiovaskular. Tujuan dari bukti ini adalah untuk menyoroti pentingnya pendidikan dan penelitian tentang kebiasaan merokok sejak zaman remaja, dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor negatif yang mempengaruhi kesehatan panjang.