Susminingsih Susminingsih
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Consumer Perceptions of Halal Food as Safer and More Ethical: Evidence from Indonesia and Australia Imam Kanafi; Susminingsih Susminingsih; Heriyanto; Agus Arwani; Farid Saenong; Ahmad Hanif Muntahal Fahmi
Indonesian Journal of Halal Research Vol. 8 No. 1 (2026): February
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijhar.v8i1.49128

Abstract

This study aims to determine whether factors influencing intention to purchase halal food differ across religious and institutional contexts. This study compares Australia's pluralistic market with Indonesia's halal standards. Specifically, this study assesses the influence of social status, moral attitudes, mood, religious beliefs, trust, and ethical values ​​on purchase intention. Data were collected from 425 halal food consumers (325 Indonesians; 100 Australians) using a purposive sampling method and analyzed using multiple linear regression. The measurement model demonstrated high reliability (Cronbach's alpha = 0.916). The results showed that moral attitudes (β = 0.172; t = 2.657; p = 0.008) and religious beliefs (β = 0.295; t = 2.874; p = 0.004) had a significant and positive effect on purchase intention, with religious beliefs being the strongest predictor. In contrast, social status (β = 0.061; p = 0.238), mood (β = 0.087; p = 0.261), trust (β = 0.050; p = 0.128), and ethical values ​​(β = 0.073; p = 0.307) did not have a significant effect. These findings indicate that moral and religious commitment are the primary factors influencing a person's desire to purchase halal food across institutional environments.
Pengaruh Islamic Corporate Social Responsibility, Leverage, dan Komite Audit terhadap Kesulitan Keuangan Perusahaan yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Tahun 2019 – 2023 dimoderasi oleh Kepemilikan Institusional Ajeng Nafilatun Nikmah; Susminingsih Susminingsih
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jak.v15i1.4444

Abstract

Era globalisasi dan digitalisasi saat ini telah mengakibatkan peningkatan persaingan yang signifikan, sehingga mendorong pelaku bisnis untuk beradaptasi dan bersaing dengan cepat agar dapat bersaing di dunia industri saat ini. Pusat Studi Ekonomi dan Pembangunan, Universitas Padjadjaran (CEDS Unpad) melaporkan bahwa indeks persaingan bisnis di Indonesia pada tahun 2024 meningkat dari tahun sebelumnya, dengan skor 4,95. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 15 perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan Eviews versi 13. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ICSR tidak berpengaruh terhadap kesulitan keuangan, sedangkan leverage dan komite audit berpengaruh negatif terhadap kesulitan keuangan. Selain itu, kepemilikan institusional tidak mampu memoderasi pengaruh ICSR dan komite audit terhadap kesulitan keuangan, sedangkan kepemilikan institusional mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap kesulitan keuangan.