Agung Bima Putera
Department of Dermatology, Venereology, and Aesthetic Medicine, Faculty of Medicine, Andalas University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERKEMBANGAN TERKINI TEKNOLOGI SISTEM PENGHANTARAN TERAPI TOPIKAL PADA PSORIASIS Agung Bima Putera; Gardenia Akhyar
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 2 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i2.537

Abstract

   Psoriasis vulgaris adalah penyakit peradangan kulit kronis dengan gejala klinis berupa lesi kulit bersisik dan eritema, yang disertai gatal dan memengaruhi kualitas hidup pasien. Terapi topikal merupakan terapi lini pertama dalam pengelolaan psoriasis vulgaris, tetapi efektivitasnya sering kali terbatas akibat sulitnya penetrasi obat ke lapisan kulit yang lebih dalam dan ketahanan terhadap degradasi obat di lingkungan epidermis yang terinflamasi. Perkembangan sistem penghantaran terapi topikal yang lebih efisien dan spesifik menjadi area penelitian yang sangat penting dalam bidang dermatologi saat ini. Berbagai inovasi dalam sistem penghantaran obat topikal untuk psoriasis vulgaris telah dieksplorasi untuk meningkatkan efikasi, mengurangi iritasi kulit, dan meminimalkan efek samping. Teknologi penghantaran dengan microneedle, nanopartikel, nanofiber, dan hidrogel telah terbukti mampu meningkatkan penetrasi obat, memodulasi pelepasan obat secara bertahap, serta mengurangi ketidaknyamanan pasien. Formulasi topikal yang dirancang dengan sistem penghantaran terkendali ini dapat memberikan pelepasan obat yang lebih efektif dan jangka panjang, serta mengurangi frekuensi aplikasi yang diperlukan. Dengan adanya penelitian lebih lanjut dalam inovasi formulasi, terapi topikal psoriasis di masa depan diharapkan dapat meningkatkan hasil terapeutik dan kualitas hidup pasien secara signifikan.