Wizurai Wisesa
Resident of Dermatology, Venereology and Aesthetics, Faculty of Medicine, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FENOMENA LUCIO: KASUS LANGKA DENGAN MANIFESTASI VASKULITIS KUTANEUS NEKROTIKANS Fitria Fitria; Wahyu Lestari; Risna Handriani; Sitti Hajar; Fitria Dewi Ismida; Wizurai Wisesa; Muhammad Zayyan Nafis
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 2 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i2.597

Abstract

   Pendahuluan: Fenomena Lucio (FL) merupakan reaksi berat pada kusta tipe lepromatosa leprosy (LL), yang ditandai dengan bercak kemerahan yang nyeri dan secara progresif berkembang menjadi ulserasi hingga nekrosis. Reaksi ini disebabkan oleh invasi endotel yang luas oleh Mycobacterium leprae (M. leprae), yang menyebabkan vaskulitis kutaneus nekrotikans dan diikuti dengan kerusakan jaringan. Kasus: Seorang perempuan berusia 23 tahun datang dengan keluhan bercak merah keunguan yang nyeri pada dahi, tangan, dan telinga. Lesi tersebut berkembang menjadi bula berisi pus yang kemudian pecah membentuk ulkus dan disertai demam. Pemeriksaan slit skin smear dan histopatologis menegakkan diagnosis kusta dengan FL. Diskusi: Vaskulitis kutaneus nekrotikans pada FL menjadi penyebab utama munculnya manifestasi kulit berat berupa iskemia, ulserasi, dan gangguan proses penyembuhan luka. Penatalaksanaan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan jaringan yang luas. Pada kasus ini, pemberian multi drug therapy (MDT), kortikosteroid, dan perawatan luka menghasilkan perbaikan klinis yang bermakna. Simpulan: Fenomena Lucio merupakan varian reaksi kusta yang jarang dan serius. Pengenalan dini terhadap vaskulitis kutaneus nekrotikans dan manifestasi klinis khasnya sangat penting untuk menegakkan diagnosis yang akurat serta melakukan penatalaksanaan segera guna mencegah kerusakan jaringan yang luas.