Perkembangan teknologi keuangan digital dan meningkatnya penggunaan layanan pay later di kalangan pelajar telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya dalam aktivitas belanja daring. Kemudahan akses kredit yang ditawarkan oleh layanan seperti Shopee PayLater berpotensi mendorong perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan digital dan perilaku keuangan terhadap perilaku konsumtif pengguna Shopee PayLater pada siswa SMK Mitra Karya Mandiri Ketanggungan, Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 89 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (β = 0,432; t = 5,219; p < 0,001). Perilaku keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (β = 0,470; t = 6,580; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif (F = 50,409; p < 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 54,0% (R² = 0,540). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan digital dan perilaku keuangan pada pengguna layanan pay later tidak serta-merta menekan perilaku konsumtif, sehingga diperlukan penguatan edukasi keuangan yang menekankan pengendalian diri, pengambilan keputusan keuangan yang bijak, serta penggunaan layanan kredit digital secara bertanggung jawab.