Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Papan Tulis Digital Terhadap Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran di MIN 1 Kutai Timur Ainun Zasha Khairunniza Reynaldy; Miftakhul Rizal Mubaidilla; Ismail Rahmat
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta besarnya pengaruh penggunaan papan tulis digital terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran di MIN 1 Kutai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh siswa yang menggunakan papan tulis digital, dengan sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan papan tulis digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,645 yang menunjukkan hubungan pada kategori sedang hingga kuat serta hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi di bawah 0,05 sehingga hipotesis alternatif diterima. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 28,953 + 0,685X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan penggunaan papan tulis digital diikuti oleh peningkatan keterlibatan siswa. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,416 menunjukkan bahwa penggunaan papan tulis digital memberikan kontribusi sebesar 41,6% terhadap keterlibatan siswa, sedangkan 58,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, papan tulis digital terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif dan berkualitas di MIN 1 Kutai Timur.
Peran Digital Banking Syariah dalam Meningkatkan Loyalitas Nasabah Generasi Milenial pada Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Muamalat di Kecamatan Sangatta Utara Zahrotun Ni'mah; Miftakhul Rizal Mubaidilla; Jamila Jamila
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.1996

Abstract

Digital transformation has shifted Islamic banking services from branch-centred interaction to mobile, real-time, and self-service transactions. This study examines how Islamic digital banking strengthens millennial customer loyalty at Bank Syariah Indonesia (BSI) and Bank Muamalat in Sangatta Utara. A descriptive qualitative field-study design was employed from December 2025 to May 2026. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving 14 purposively selected informants: twelve millennial customers and two bank employees. The data were reduced, thematically displayed, compared across sources, and verified through source, method, and time triangulation. The findings show that loyalty is shaped by the convergence of application ease, transaction speed, system security, feature relevance, responsive human service, trust, and perceived sharia compliance. Digital banking contributes to loyalty by reducing time and mobility costs, supporting twenty-four-hour transactions, and creating routine satisfaction. BSI emphasises an integrated feature ecosystem and direct product socialisation, whereas Bank Muamalat highlights transaction security, digital-channel education, feedback mechanisms, and understanding of system cut-off times. A distinctive finding is that repeated use does not always reflect strong attitudinal loyalty: payroll requirements or organisational arrangements may sustain behavioural use while customers still move funds to other banks. Therefore, Islamic banks should evaluate loyalty beyond transaction frequency by integrating reliability, customer education, transparent sharia communication, complaint recovery, and relationship quality. The study contributes local comparative evidence that Islamic digital loyalty emerges from functional value, security-based trust, and religious legitimacy rather than technological sophistication alone.