Prita Karina Diandra
Pradita University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUNGKAPAN ASET TETAP PSAK 216: STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI TAHUN 2024 Prita Karina Diandra; Febryanti Simon
Jurnal Riset Akuntansi Vol 25 No 1 (2026): Jurnal Riset Akuntansi Aksioma, Juni 2026
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/aksioma.v25i1.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengungkapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 216 tentang aset tetap pada perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2024. Populasi penelitian ini seluruh perusahaan sektor transportasi, teknik purposive sampling yang digunakan untuk memilih 20 perusahaan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan indeks pengungkapan, dimana setiap item pengungkapan dinilai menggunakan metode skoring dikotomis (1 untuk diungkapkan dan 0 untuk tidak diungkapkan). Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan, khususnya pada Catatan Atas Laporan Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengungkapan mencapai 79,4%, mengindikasikan tingkat kepatuhan yang relatif memadai terhadap ketentuan PSAK 216. Perusahaan menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi pada aspek pengakuan, pengukuran awal, metode penyusutan, dan penghentian pengakuan aset tetap. Beberapa item pengungkapan masih belum diungkapkan secara optimal, khususnya yang berkaitan dengan revaluasi aset, kompensasi atas kerugian penurunan nilai, serta pengungkapan pembatasan hak kepemilikan atau aset yang dijaminkan sebagai jaminan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar perusahaan telah memenuhi persyaratan formal PSAK 216, kualitas pengungkapan secara keseluruhan masih belum optimal. Hasil penelitian menunjukkan perlunya peningkatan transparansi dan kelengkapan pelaporan keuangan guna meningkatkan kegunaan informasi bagi para pemangku kepentingan serta mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik.