Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana risiko kepercayaan diri auditor yang berlebihan memengaruhi independensi dan kualitas audit eksternal, serta untuk mengisi kesenjangan dalam literatur audit tradisional yang lebih berfokus pada aspek teknis daripada faktor psikologis. Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan sintesis komparatif dari 22 artikel jurnal ilmiah yang dipilih secara sistematis dari basis data Google Scholar, SINTA, dan Scopus mengikuti pedoman PRISMA, yang diterbitkan antara tahun 1976 dan 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepercayaan diri yang berlebihan secara konsisten mengikis skeptisisme profesional (ditemukan dalam 14 dari 22 artikel), sementara masa jabatan audit yang panjang mengurangi independensi melalui ancaman keakraban. Skeptisisme profesional terbukti berfungsi sebagai mekanisme perlindungan untuk kualitas audit, tetapi tekanan anggaran waktu memperburuk bias kognitif auditor. Selain itu, studi ini merekonstruksi Teori Keagenan dari perspektif akuntansi perilaku dengan membuktikan bahwa asumsi rasionalitas auditor penuh tidak sesuai dengan realitas praktik di lapangan. Rasa percaya diri yang berlebihan merupakan risiko psikologis laten yang dapat mengikis independensi dan menurunkan kualitas audit. Oleh karena itu, manajemen kualitas audit di Kantor Akuntan Publik (KAP) perlu mengintegrasikan pendekatan psikologi perilaku—termasuk strategi rotasi auditor, pelatihan berkelanjutan tentang bias kognitif, dan analisis risiko menyeluruh pada tahap penerimaan klien—bersama dengan kompetensi teknis, untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas pasar modal Indonesia.