Hanna Isabela Hakim
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Teknik Distraksi Bercerita dalam Mengurangi Kecemasan Anak Usia Prasekolah selama Hospitalisasi Indah Permatasari; Hanna Isabela Hakim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 2 (2026): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i2.352

Abstract

Hospitalisasi pada anak prasekolah berisiko menimbulkan kecemasan akibat paparan lingkungan baru dan prosedur medis, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti teknik distraksi melalui bercerita untuk membantu menurunkan kecemasan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari teknik distraksi bercerita terhadap tingkat kecemasan anak-anak prasekolah yang menjalani perawatan di ruang rawat inap. Metode penelitian ini dengan desain kuantitatif dan menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan satu kelompok yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 21 anak prasekolah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan Visual Facial Anxiety Scale (VFAS), dan hasilnya dianalisis melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada sebagian besar anak setelah menerima teknik distraksi bercerita. Uji statistik menunjukkan nilai p-Value = 0,001 yang bermakna teknik distraksi bercerita efektif dalam menurunkan kecemasan anak selama hospitalisasi. Teknik distraksi melalui bercerita menurunkan kecemasan anak dengan mengalihkan perhatian dari stimulus yang menimbulkan stres selama hospitalisasi ke aktivitas yang menyenangkan, meningkatkan rasa aman, serta membantu regulasi emosi sehingga anak merasa lebih nyaman. Tehnik distraksi bercerita dapat menjadi pilihan intervensi alternatif dalam mengatasi kecemasan pada anak akibat hospitalisasi.
Edukasi Hipertensi sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Pada Guru di SMAN 1 Pujut Lombok Firlia Ayu Arini; Chandra Tri Wahyudi; Nur Intania Sofianita; Laksita Barbara; Iin Fatmawati; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Alifah Ananda Suwardi; Hanna Isabela Hakim; Muhammad Tsaqif Ash Shidqi; Estrin Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.25018

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok pekerja seperti guru. Beban kerja dan keterbatasan aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko hipertensi pada guru, sementara program edukasi kesehatan di lingkungan sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan guru tentang hipertensi melalui pemberian edukasi kesehatan di SMAN 1 Pujut, Lombok. Kegiatan dilakukan menggunakan metode edukasi kesehatan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif Pada 18 orang guru di SMA 1 Pujut. Rata-rata skor pengetahuan guru sebelum edukasi adalah 65,00 dan meningkat menjadi 77,78 setelah edukasi. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru. Edukasi hipertensi efektif meningkatkan pengetahuan guru di SMAN 1 Pujut. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di lingkungan sekolah berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi, serta diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan guru sebagai bagian dari program kesehatan sekolah. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Guru, Hipertensi, Pengetahuan.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that remains a public health problem, including among workers such as teachers. Workload and limited physical activity have the potential to increase the risk of hypertension in teachers, while health education programs in the school environment are still limited. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge of hypertension through health education at SMAN 1 Pujut, Lombok. The activity was carried out using health education methods through counseling and interactive discussions on 18 teachers at SMA 1 Pujut. The average teacher knowledge score before education was 65.00 and increased to 77.78 after education. The results of the paired t-test showed a significant difference between the knowledge scores before and after education (p0.05), which indicates that hypertension education is effective in increasing teacher knowledge. Hypertension education is effective in increasing teacher knowledge at SMAN 1 Pujut. This increase in knowledge indicates that health education in the school environment has the potential to support promotive and preventive efforts in controlling hypertension, and is expected to strengthen teacher health literacy as part of the school health program. Keywords: Health education, Hypertension, Knowledge, Teachers