Resiko preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu hamil yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah usia kehamilan 20 minggu. Upaya Pencegahan resiko preeklamsia penting dilakukan sejak dini, salah satunya dengan menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa kehamilan. Senam hamil merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, memperlancar persalinan, serta menjaga stabilitas mental ibu hamil dan meningkatkan tingkat aktifitas fisik ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam hamil terhadap peningkatan aktivitas fisik dan kesehatan mental ibu hamil dengan risiko preeklamsia di puskesmas sepanjang. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperiment dengan pendekatan (One Group Pre-test-Post-Test Design). Penelitian dilakukan di Puskesmas Sepanjang Glenmore dengan responden sebanyak 32 ibu hamil. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dan instrument penelitian berupa lembar observasi, dan kuesioner kesehatan mental dan aktivitas fisik. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan pre dan post menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas fisik (p=0,000) dan kesehatan mental (p=0,000) setelah dilakukan senam hamil. Hasil menunjukkan bahwa senam hamil memberikan perubahan yang bermakna terhadap peningkatan aktivitas fisik dan kesehatan mental ibu hamil berisiko preeklamsia, yang mengindikasikan bahwa intervensi ini efektif sebagai upaya non-farmakologis dalam mendukung pencegahan komplikasi kehamilan melalui peningkatan kebugaran fisik dan kesejahteraan psikologis. Intervensi senam hamil efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik dan memperbaiki kesehatan mental ibu hamil dengan risiko preeklamsia. Diharapkan senam hamil dapat dijadikan intervensi rutin di fasilitas pelayanan kesehatan guna mendukung program pencegahan komplikasi kehamilan, khususnya preeklamsia, secara berkelanjutan.