Gangguan gastrointestinal pada remaja berefek terhadap ketidaknyamanan dan hambatan aktivitas harian. Studi kasus ini bertujuan mengeksplorasi pemberdayaan keluarga dalam mengatasi keluhan gastrointestinal pada remaja melalui terapi akupresur di rumah. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga pada dua keluarga yang memiliki remaja dengan keluhan gastritis di Kota Palu pada 09–21 September 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemantauan skala nyeri. Intervensi meliputi edukasi perawatan gastritis, dukungan pengambilan keputusan keluarga dalam memilih caregiver, demonstrasi dan redemonstrasi akupresur pada titik ST36, CV12, SP4, dan LI4, serta pendampingan pelaksanaan akupresur dua kali sehari selama enam hari. Hasil menunjukkan kedua klien berusia 15 tahun mengalami nyeri ulu hati dan mual dengan skala nyeri awal 7. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 0 pada kedua klien. Keluhan mual, tubuh lemas, nafsu makan menurun, gangguan tidur, dan aktivitas terganggu berangsur membaik. Keluarga juga mampu melakukan akupresur secara mandiri, menyiapkan sarapan, mengingatkan makan teratur, menghindari makanan pemicu, dan menciptakan lingkungan pemulihan yang nyaman. Pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan akupresur berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aplikatif, dan mendukung perawatan remaja dengan keluhan gastritis di rumah. Gastrointestinal disorders in adolescents cause discomfort and interfere with daily activities. This case study aimed to explore family empowerment in managing gastrointestinal complaints/gastritis among adolescents through home-based acupressure. A descriptive case study design with a family nursing care approach was applied to two families with adolescent clients experiencing gastritis symptoms in Palu City from September 9 to 21, 2025. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and pain scale monitoring. The intervention included health education on gastritis care, family decision-making support in selecting a caregiver, demonstration and re-demonstration of acupressure at ST36, CV12, SP4, and LI4 points, and supervised implementation of acupressure twice daily for six days. The results showed that both 15-year-old clients experienced epigastric pain and nausea with an initial pain scale of 7. After the intervention, the pain scale decreased to 0 in both clients. Nausea, weakness, reduced appetite, sleep disturbance, and limited activity gradually improved. Family caregivers were also able to perform acupressure independently, provide breakfast, remind clients to eat regularly, avoid trigger foods, and create a comfortable recovery environment. Family empowerment through education and acupressure training may serve as a simple, practical, and supportive non-pharmacological nursing intervention for adolescents with gastritis complaints at home