ABSTRAK Penelitian ini menganalisis penerapan nilai kearifan lokal Sunda Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dalam pengelolaan keuangan UMKM fashion berbasis marketplace. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap pemilik UMKM fashion "S For Style" yang berjualan menggunakan media sosial TikTok dari Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Silih Asah diwujudkan melalui diskusi rutin antara pemilik dan karyawan tentang penjualan, pengeluaran produksi, dan strategi peningkatan penjualan. Nilai Silih Asih tercermin dalam pemberian gaji yang layak, menjaga hubungan kerja yang baik, tetap membayar gaji penuh meskipun penjualan sedang sepi, serta pemberian bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Nilai Silih Asuh diimplementasikan melalui arahan langsung tentang efisiensi penggunaan bahan produksi agar tidak banyak terbuang. Ketiga nilai ini bekerja secara sinergis: Silih Asah menciptakan transparansi dan pembelajaran bersama, Silih Asih menciptakan loyalitas dan rasa aman bagi karyawan, Silih Asuh menciptakan efisiensi dan tanggung jawab dalam bekerja. Penelitian ini memperkaya kajian integrasi nilai Tri Silih dalam manajemen keuangan UMKM digital. Kebaruan penelitian terletak pada pengungkapan empiris tentang sinergi Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh sebagai fondasi pengelolaan keuangan UMKM fashion berbasis marketplace di Jawa Barat. ABSTRACT This research analyzes the application of Sundanese local wisdom values Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh in the financial management of marketplace-based fashion MSMEs. The study employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with the owner of the fashion MSME "S For Style," which sells on TikTok in Bandung. The results show that the value of Silih Asah is manifested through regular discussions between the owner and employees regarding sales, production costs, and strategies to increase sales. The value of Silih Asih is reflected in the provision of decent wages, maintaining good working relationships, paying full salaries even during slow sales periods, and providing social assistance to the surrounding community. The value of Silih Asuh is implemented through direct guidance on the efficient use of production materials to minimize waste. These three values work synergistically: Silih Asah creates transparency and shared learning, Silih Asih fosters loyalty and a sense of security among employees, and Silih Asuh promotes efficiency and responsibility in work. This research enriches the study of the integration of Tri Silih values into the financial management of digital MSMEs. The novelty of the research lies in its empirical revelation of the synergy of Silih Asah, Silih Asih, and Silih Asuh as a foundation for financial management in marketplace-based fashion MSMEs in West Java.