Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Lisan Pantang Larang dalam Film Horor “KKN di Desa Penari” dan “Sekawan Limo”: Oral Taboo Traditions in the Horror Films “KKN in the Village of Dancers” and “Sekawan Limo” Diar Lestari Anjarwati; Melinda Nurhikmah; Ratna Kurniasih Setiawan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11371

Abstract

Tradisi lisan memiliki fungsi sebagai medium untuk menyampaikan bagaimana nilai-nilai budaya dan norma dalam masyarakat, salah satunya pantang larang. Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, film menjadi salah satu media untuk menggambarkan dan mengangkat kembali nilai-nilai budaya di Indonesia, khususnya pantang larang. Pantang larang tersebut disampaikan melalui film horor, yaitu “KKN di Desa Penari” dan “Sekawan Limo”. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan ujaran pantang, yaitu tindakan, kata-kata, dan benda atau hal yang dipantangkan yang terdapat di masyarakat secara luas melalui film. Data utama dalam penelitian ini terdapat dalam film horor “KKN di Desa Penari” dan “Sekawan Limo” dengan topik tradisi lisan pantang larang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis wacana kualitatif interpretif dengan pendekatan ekokritik melalui kegiatan kategorisasi dan inferensi. Hasil analisisnya terdapat 18 data yang ditemukan dalam film KKN di Desa Penari dan film Sekawan Limo yang dikelompokkan menjadi tiga: dalam film “KKN di Desa Penari”, 4 data tindakan yang dipantangkan, 1 data benda atau hal yang dipantangkan, dan 1 data kata-kata yang dipantangkan. Sedangkan dalam film “Sekawan Limo”, 10 data tindakan yang dipantangkan dan 2 data kata-kata yang dipantangkan. ABSTRACT Oral tradition has a function as a medium to convey how cultural values and norms in society, one of which is pantang larang. In this rapid technological development, film has become one of the media to portray and promote cultural values in Indonesia, especially pantang larang. This abstinence is conveyed through horror movies, namely “KKN di Desa Penari” and “Sekawan Limo”. This research aims to reveal abstinence speech, namely actions, words, and objects or things that are symbolized in society at large through movies. The main data in this study are found in the horror films “KKN di Desa Penari” and “Sekawan Limo” on the topic of oral tradition of pantang larang. The data collection technique used in this research is the method of listening and noting. The data analysis technique used in this research is an interpretive qualitative discourse analysis method with an ecocritical approach through categorization and inference activities. The results of the analysis are 18 data found in the KKN di Desa Penari film and Sekawan Limo film which are grouped into three: in the film “KKN di Desa Penari”, 4 data of paired actions, 1 data of paired objects or things, and 1 data of paired words. In the movie Sekawan Limo, there are 10 paired actions and 2 paired words.