Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyaluran dana bantuan pasca bencana banjir oleh Pemerintah Desa Balongga dan menganalisis efektivitas penyaluran dana bantuan bencana dalam program pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir bandang yang melanda Desa Balongga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mekanisme penyaluran dana bantuan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu penetapan status keadaan darurat dan realokasi APBDes, pendataan korban secara langsung ke warga terdampak, koordinasi lintas instansi dalam pola multi-level governance, distribusi bantuan logistik, serta penanganan hambatan program pemulihan jangka panjang. (2) Efektivitas penyaluran dana bantuan menunjukkan profil yang tidak seragam. Dari indikator pencapaian tujuan, program dinilai cukup efektif untuk pemenuhan kebutuhan logistik jangka pendek, namun belum optimal untuk kebutuhan mendasar terutama akses air bersih. Dari indikator integrasi, koordinasi vertikal antar instansi pemerintah berjalan cukup baik pada fase tanggap darurat, namun integrasi horizontal antara pemerintah desa dan masyarakat terdampak sangat lemah, ditandai dengan tidak dilibatkannya masyarakat dalam musyawarah. Dari indikator adaptasi, program menunjukkan kapasitas adaptif yang cukup baik, tercermin dari sinkronisasi kebijakan kecamatan di lapangan serta keterlibatan Non-Govermental Organisationt (NGO). Secara keseluruhan, efektivitas penyaluran dana bantuan bencana di Desa Balongga belum berjalan secara optimal karena terdapat kesenjangan antara jenis bantuan yang disalurkan dengan kebutuhan riil masyarakat, lemahnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, serta belum terealisasinya program relokasi jangka panjang bagi warga di zona merah.