Pendahuluan: Pemeriksaan hipotiroidisme kongenital pada bayi baru lahir telah menjadi bagian penting dari program kesehatan masyarakat di banyak negara. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan menggunakan tes darah sederhana yang mengukur kadar hormon tiroid pada bayi dalam waktu 24–48 jam setelah lahir. Deteksi dini dapat mencegah keterlambatan diagnosis pada bayi baru lahir.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kesediaan mereka untuk memberikan sampel untuk pemeriksaan hipotiroidisme kongenital pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, pada tahun 2026.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari semua ibu yang melahirkan bayi hidup. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan formulir persetujuan untuk pemeriksaan hipotiroidisme kongenital. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan SPSS versi 20 dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Studi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesediaan untuk memberikan sampel untuk skrining hipotiroidisme kongenital pada bayi baru lahir dengan dua variabel yang diteliti, yaitu pendidikan ibu (p=0,01) dan pengetahuan ibu (p=0,01).Kesimpulan: Kesediaan untuk memberikan sampel untuk skrining hipotiroidisme kongenital dipengaruhi oleh pendidikan dan pengetahuan ibu. Introduction: Screening for congenital hypothyroidism in newborns has become an important part of public health programmes in many countries. This screening is generally carried out using a simple blood test that measures thyroid hormone levels in infants within 24–48 hours of birth. Early detection can prevent delayed diagnosis in newborns. Objective: To determine the relationship between mothers’ education and knowledge and their willingness to provide samples for congenital hypothyroidism screening in newborns at Bhayangkara Hospital, Palu, in 2026. Method: This study employed a descriptive research method using a cross-sectional approach. The population in this study comprised all mothers who gave birth to live babies. Sampling was conducted using purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire and a consent form for congenital hypothyroidism screening. The collected data were then processed and analysed using SPSS version 20 and analysed with a chi-square test. Result: The study showed that there was a significant association between the willingness to provide a sample for congenital hypothyroidism screening in newborns and the two variables studied, namely the mother’s education (p=0.01) and the mother’s knowledge (p=0.01). Conclusion: The willingness to provide a sample for congenital hypothyroidism screening is influenced by the mother’s education and knowledge.