Isti Haryati
Yogyakarta State University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pergolakan Batin Tokoh Pambudi dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Naurah Athaya Putri; Isti Haryati; Widyastuti Purbani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/kn256302

Abstract

Representasi konflik batin dalam tokoh karya sastra memberikan perspektif penting untuk memahami dinamika kepribadian dalam konteks social dan budaya. Novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari menampilkan pergolakan psikologis tokoh Pambudi setelah kembali ke kampung halamannya, sehingga relevan dikaji melalui pendekatan psikoanalisis. Penelitian ini menganalisis perubahan kehidupan dan kepribadian tokoh Pambudi berdasarkan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya interaksi antara id, ego, dan superego. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan mendalam (close reading), serta teknik baca dan catat dengan kutipan teks menjadi data utama. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan (Ummah). Keabsahan data dan realibilitas data pada penelitian ini menggunakan metode triangulasi teori dan triangulasi data. Peneliti akan membandingkan hasil temuan dengan berbagai teori yang relevan deangan psikologi sastra. Data dikumpulkan peniliti melalui kutipan-kutioan novel yang menggambarkan konflik batin tokoh Pambudi. Hasil penelitian ini menunjukkan tokoh Pambudi sering mengalami pergolakan batin antara keinginan pribadinya dan norma yang ia yakni. Id tokoh Pambudi muncul dalam bentuk hasrat dan ambisi, ego-nya bekerja sebagai penengah situasi secara logis, dan superego-nya terkait dengan tindakan moral. Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan psikonalisis dalam kajian sastra serta membuka peluang penelitian selanjutnya.
Dekonstruksi Kasta dalam Novel Tarian Bumi: Analisis Semiotika Sebagai Literasi Kritis dalam Pendidikan Sastra Berbasis SDGs Widya Riantika; Isti Haryati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/q0302p43

Abstract

Literasi kritis menjadi salah satu kompetensi penting dalam pendidikan karena membantu peserta didik memahami dan mengkritisi berbagai bentuk ketidaksetaraan yang direpresentasikan dalam teks sastra. Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi sistem kasta dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini melalui pendekatan semiotika Roland Barthes serta menjelaskan kontribusinya terhadap pengembangan literasi kritis berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data analisis melalui tahapan denotasi, konotasi dan mitos Barthes. Dengan hasil penelitian menemukan 52 data yang diklasifikasikan ke dalam tiga tema utama, yaitu kasta sebagai instrumen hierarki sosial (18 data), kasta sebagai pengontrol identitas dan tubuh perempuan (17 data), serta kasta sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan (17 data). Temuan menunjukkan bahwa sistem kasta tidak hanya direpresentasikan sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai konstruksi sosial yang dinaturalisasi melalui bahasa, simbol dan mitos mengenai kebangsawanan, kemurnian keturunan, serta kehormatan sosial. Kondisi tersebut, menyebabkan ketimpangan sosial dan subordinasi perempuan diterima sebagai sesuatu yang wajar dan alami. Penelitian menunjukkan bahwa analisis semiotika Barthes dapat dimanfaatkan sebagai kerangka literasi kritis untuk membantu peserta didik memahami iau keteraan sosial dan gender yang selaras dengan Sustainable Development Goals 4 dan 5.