Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya penggunaan bahasa Lauje di kalangan generasi muda. Dalam kehidupan sehari-hari, generasi muda lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa Lauje, baik lingkungan keluarga, bertetangga, maupun ranah umum. Kondisi tersebut menunjukkan adanya gejala pergeseran bahasa yang dapat memengaruhi keberlangsungan bahasa Lauje sebagai bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Lauje serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemertahanan bahasa pada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah generasi muda penutur bahasa Lauje berusia 15-28 tahun. Sumber data penelitian ini berupa tuturan dalam berbagai situasi komunikasi yang diperoleh melalui observasi, simak libat catat, dan teknik rekam. Data kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HasilĀ penelitian menunjukkan bahwa bahasa Lauje bahwa penggunaan Bahasa Lauje masih ditemukan, tetapi berada dalam kondisi yang terbatas dan tidak dominan. Bahasa Indonesia lebih banyak digunakan, terutama dalam interaksi antar generasi muda dan dalam ranah formal. Hal ini menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Lauje masih terjadi dalam bentuk terbatas, disertai dengan kecenderungan pergeseran bahasa di kalangan generasi muda. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi peran keluarga, kegiatan sosial dan budaya masyarakat, serta lingkungan sosial dan sikap bahasa. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa keberlangsungan Bahasa Lauje berada pada fase transisi antara pemertahanan terbatas dan pergeseran bahasa di kalangan generasi muda.