Fara Klara Dita
Tadulako University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemertahanan Bahasa Lauje di kalangan Generasi Muda Kabupaten Parigi Moutong (Kajian Sosiolinguistik) Fara Klara Dita; Yunidar Yunidar; Arum Pujining Tyas; Syamsuddin Syamsuddin; Ulinsa Ulinsa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/7c63p366

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya penggunaan bahasa Lauje di kalangan generasi muda. Dalam kehidupan sehari-hari, generasi muda lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa Lauje, baik lingkungan keluarga, bertetangga, maupun ranah umum. Kondisi tersebut menunjukkan adanya gejala pergeseran bahasa yang dapat memengaruhi keberlangsungan bahasa Lauje sebagai bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemertahanan bahasa Lauje serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemertahanan bahasa pada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah generasi muda penutur bahasa Lauje berusia 15-28 tahun. Sumber data penelitian ini berupa tuturan dalam berbagai situasi komunikasi yang diperoleh melalui observasi, simak libat catat, dan teknik rekam. Data kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HasilĀ  penelitian menunjukkan bahwa bahasa Lauje bahwa penggunaan Bahasa Lauje masih ditemukan, tetapi berada dalam kondisi yang terbatas dan tidak dominan. Bahasa Indonesia lebih banyak digunakan, terutama dalam interaksi antar generasi muda dan dalam ranah formal. Hal ini menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Lauje masih terjadi dalam bentuk terbatas, disertai dengan kecenderungan pergeseran bahasa di kalangan generasi muda. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi peran keluarga, kegiatan sosial dan budaya masyarakat, serta lingkungan sosial dan sikap bahasa. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa keberlangsungan Bahasa Lauje berada pada fase transisi antara pemertahanan terbatas dan pergeseran bahasa di kalangan generasi muda.