Leo Nardo Da
UPTD Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan peran perawat dalam program kesehatan jiwa dengan kepatuhan kontrol pasien dengan skizofrenia Leo Nardo Da
Link Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2026): October : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v3i2.182

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia mrupakan gangguan jiwa kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang. Ketidakpatuhan kontrol rutin menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan jiwa di tingkat primer. Peran perawat dalam program kesehatan jiwa diduga berpengaruh terhadap kepatuhan kontrol pasien skizofrenia. Tujuan: Mengetahui hubungan peran perawat dalam program kesehatan jiwa dengan kepatuhan kontrol pasien dengan skizofrenia di UPTD Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 48 responden yang merupakan keluarga/wali pasien skizofrenia di UPTD Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang, diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner peran perawat (20 item, skala Likert) dan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden menilai peran perawat dalam kategori sangat baik (75,0%) dan kategori baik (25,0%). Kepatuhan kontrol pasien skizofrenia sebagian besar berada pada kategori sedang (89,6%) dan kurang (10,4%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05) dan uji Fisher's Exact Test p = 0,011 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat dalam program kesehatan jiwa dengan kepatuhan kontrol pasien skizofrenia di UPTD Puskesmas Ungaran Kabupaten Semarang. Upaya peningkatan kepatuhan kontrol dan pengobatan pasien skizofrenia perlu didukung melalui program edukasi yang terstruktur dan berkesinambungan bagi keluarga sebagai caregiver utama, serta penguatan pelaksanaan kunjungan rumah secara rutin oleh tenaga kesehatan.