Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mempertahankan keberlangsungan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK Kuncup Mekar Kota Palangka Raya. Fokus penelitian meliputi faktor-faktor yang mendukung keberlangsungan sekolah, peran kepala sekolah dalam mengelola lembaga, serta upaya yang dilakukan dalam menghadapi berbagai keterbatasan yang dimiliki sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Kuncup Mekar tetap mampu bertahan dan beroperasi hingga saat ini meskipun memiliki keterbatasan sumber daya manusia, yaitu hanya memiliki satu orang guru yang sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah, jumlah peserta didik yang relatif sedikit, serta hanya memiliki satu rombongan belajar. Keberlangsungan lembaga didukung oleh sejarah panjang sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1968, dukungan Dewan Pembina DPP HWK Provinsi Kalimantan Tengah, pembinaan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, serta kemampuan kepala sekolah dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Peran kepemimpinan kepala sekolah terlihat dalam pengelolaan administrasi sekolah, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan sarana dan prasarana, serta upaya memperoleh berbagai bantuan pendidikan seperti alat permainan edukatif, televisi interaktif, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala sekolah juga berperan sebagai penggerak utama dalam menjaga keberlangsungan lembaga melalui kemampuan manajerial, komitmen terhadap pelayanan pendidikan, serta kemampuannya menjalin hubungan baik dengan lembaga pembina dan instansi terkait. Dengan demikian, keberlangsungan TK Kuncup Mekar tidak hanya dipengaruhi oleh sejarah dan dukungan kelembagaan, tetapi juga oleh kepemimpinan kepala sekolah yang mampu mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia sehingga sekolah tetap eksis dan memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat.