Rofii’atul Fitriyyah
STAIS Lan Taboer

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENGELOLA TRANSISI PEMBELAJARAN MENUJU DEEP LEARNING DI MADRASAH IBTIDAIYAH PADA ERA KURIKULUM MERDEKA Rofii’atul Fitriyyah
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 7 No. 01 (2026): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v7i01.1402

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia demands a fundamental paradigm shift in teaching and learning at Madrasah Ibtidaiyah (MI), transitioning from surface-level instruction toward Deep Learning that cultivates six global competencies (6Cs): Character, Citizenship, Collaboration, Communication, Creativity, and Critical Thinking. This study investigates the strategies employed by MI principals in orchestrating this pedagogical transition within the Merdeka Curriculum framework. Employing a qualitative case study design (Yin, 2018), research was conducted at two Madrasah Ibtidaiyah in West Java Province, Indonesia. Data were gathered through semi-structured interviews with eight participants comprising principals, vice principals, and classroom teachers, supplemented by direct classroom observation and document review. Thematic analysis (Braun & Clarke, 2022) generated findings across three principal strategy domains: (1) cultivating collaborative professional learning communities; (2) strengthening teachers' Deep Learning pedagogical competencies integrated with Islamic values; and (3) restructuring learning environments to foster student agency. The findings affirm that effective Deep Learning transition in MI requires transformational leadership that is instructionally grounded, islamically informed, and responsively adaptive to the socio-cultural context of Indonesian Islamic primary education.
PENGARUH IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH ISLAM TERHADAP MUTU PENDIDIKAN Rofii’atul Fitriyyah
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.820

Abstract

Tantangan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan telah mendorong pergeseran global menuju model tata kelola yang terdesentralisasi dan fokus baru pada efektivitas pendidik. Studi ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan menganalisis secara kuantitatif pengaruh implementasi Manajemen berbasis sekolah Islam dan Kompetensi Pedagogis (PC) guru terhadap Kualitas Pendidikan (QoE). Penelitian ini dilakukan dalam konteks spesifik SMA IT BAITUL ILMI di Bekasi, Indonesia, sebuah lingkungan di mana kebijakan desentralisasi nasional beririsan dengan realitas praktik sekolah sehari-hari. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif-korelasi kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 responden, termasuk kepala sekolah, guru, dan staf, menggunakan instrumen survei yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil menunjukkan tingkat persepsi yang tinggi terhadap implementasi Manajemen berbasis sekolah Islam (M=4,15, SD=0,58), PC (M=4,25, SD=0,62), dan QoE (M=4,20, SD=0,60). Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa model tersebut signifikan secara statistik (F(2,97)=91,34, p<.001), menjelaskan 64,5% varians dalam QoE (R2=.653, Adjusted R2=.645). Kedua variabel independen merupakan prediktor positif yang signifikan terhadap QoE. Namun, Kompetensi Pedagogis muncul sebagai prediktor yang lebih kuat (β=0,572, p<.001) dibandingkan dengan Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Islam (β=0,315, p<.001). Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun reformasi struktural seperti Manajemen Berbasis Sekolah Islam bermanfaat, kapasitas profesional guru merupakan penentu kualitas pendidikan yang lebih kuat. Hal ini menggarisbawahi sinergi kritis yang dibutuhkan antara pemberian otonomi kepada sekolah dan investasi simultan pada modal manusia yang diperlukan untuk memanfaatkan otonomi tersebut secara efektif, menawarkan perspektif yang lebih bernuansa tentang alasan terbatasnya keberhasilan reformasi Manajemen Berbasis Sekolah Islam dalam konteks seperti Indonesia.